Sampai Semalam, Presiden Belum pilih Calon Kapolri

Komjen Gatot Eddy Pramono (kiri) dan Komjen Listyo Sigit Prabowo (kanan)

 

Nama Komjen Gatot Eddy Pramono dan Komjen Listyo Sigit Prabowo, jadi Pergunjingan Pengamat dan Politisi

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Sampai semalam, belum ada keterangan resmi, satu dari lima nama yang diajukan ke istana, untuk dipilih sebagai calon kapolri.

Kelima nama itu Komjen Gatot Edy Pramono, Komjen Boy Rafly Amar, Komjen Listyo Sigit Prabowo, Komjen Arief Sulistyanto dan Komjen Agus Andrianto.

Tapi suara yang ada di masyarakat dan media sosial, nama yang sering disorot adalah

Komjen Listyo Sigit Prabowo, yang kini Kabagreskrim Polri. Salah satunya pria suku jawa kelahiran Ambon, Maluku pernah menjadi ajudan presiden Jokowi, pada tahun 2014.

Benarkah Komjen Listyo, akan diajukan Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri ke DPR RI.? Baik pejabat di Istana Presiden maupun DPR-RI, belum ada yang menyebut calon kapolri yang akan dikirim ke DPR-RI.

 

Gatot dan Listyo

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ( PDI-P) Trimedya Panjaitan mengatakan, nama calon Kapolri yang akan diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR sudah banyak dibahas publik.

Ia mengaku mendengar bahwa ama calon Kapolri mengerucut pada nama Wakapolri Komjen Gatot Edy Pramono dan Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo.

"Tapi kan enggak tahu, satu hari dua hari kan masih bisa manuver masing-masing," ujar Trimedya saat dihubungi, Senin (11/1/2021). "Dan konon menguat ke Listyo Sigit Prabowo, tapi kan namanya politik, Kapolri itu jabatan politik," sambungnya.

Trimedya mengatakan, sosok calon Kapolri yang paling utama adalah dapat dipercaya, loyal dan taat kepada presiden.

Selain itu, sosok calon Kapolri harus memiliki rekam jejak yang bagus dan berkomitmen mengembalikan jati diri institusi Polri sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. "Dan Kapolri nantinya tidak mementingkan angkatannya dalam proses promosi, mutasi dan demosi," kata Trimedya.

Politisi Trimedya memprediksi Presiden Joko Widodo akan mengirimkan surat presiden (Surpres) terkait nama calon Kapolri ke DPR RI pada hari Rabu besok. "Dan sampai hari ini setengah 4 ya saya cek ke sekretariat DPR belum ada surat presiden terkait calon Kapolri. Tapi rumornya Rabu, kan pak Jokowi senang hari rabu, kita tunggu saja," pungkasnya.

 

Surat Presiden Dikirim Rabu

Terpisah, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengungkap banyak pihak, terutama jajaran Polri yang mempertanyakan kenapa Presiden Jokowi belum juga mengirimkan Surpres (Surat Presiden) ke DPR tentang Kapolri baru pengganti Jenderal Idham Azis. "Sehingga situasi ini memunculkan berbagai spekulasi adanya tarik menarik di elite kekuasaan tentang penunjukan Kapolri baru," kata Neta, Senin (11/1).

Ia menjelaskan IPW mendapat informasi surpres yang berisikan nama Kapolri baru itu akan dikirimkan Jokowi ke DPR pada Rabu 13 Januari 2021.

Menurut Neta, alasan dipilihnya hari Rabu, karena hal ini berkaitan dengan kebiasaan Jokowi yang kerap menunjuk atau merombak kabinetnya pada Rabu pahing atau legi. "Dan Rabu (13/1) lusa adalah wage," tegasnya.

Neta mendapat informasi bahwa surpres soal Kapolri baru itu akan dibawa Mensesneg Pratikno. "Diserahkan langsung kepada Ketua DPR Puan Maharani pada Rabu 13 Januari 2021 pukul 11.00," ungkap Neta.

 

Kejadian Tito Terulang

Listyo adalah satu dari lima nama yang diajukan kompolnas ke Presiden Jokowi untuk dipilih menjadi Kapolri.

Presiden Jokowi, jadwalnya akan kirim nama calon kapolri ke Komisi lll DPR, Senin kemarin (11/1/2021). Tapi sampai malam pukul 20.00 wib, belum ada tanda-tanda pengiriman ke gedung parlemen.

Kiriman satu nama dari presiden untuk diproses mengikuti Fit And Propper Test atau uji kelayakan. Proses yang bakal dijalani calon kapolri, menerima kunjungan anggota Komisi lll, ke rumah kediaman dan melakukan wawancara dengan keluarga.

Bila penunjukkan Listyo Sigit sebagai calon Kapolri benar, maka kejadian Tito Karnavian saat menjadi kapolri akan terulang.

Bahkan Listyo Prabowo akan pecahkan rekor Tito Karnavian sebagai Kapolri Termuda.

Saat dilantik menjadi Kapolri pada 3 Juli 2016, Jendral Tito berusia 51 tahun, 9 bulan.

Tito kelahiran 26 Oktober 1964 yang belum pensiun sebagai polisi dari segi usia.

Sedang jika Listyo Sigit Prabowo jadi Kapolri usianya masih 51 tahun.

Listyo kelahiran Ambon, 5 Mei 1969. Artinya ia baru berusia 52 pada 5 Mei 2021 mendatang. Persisnya 51 tahun, 8 bulan jika bulan Februari nanti dilantik.

Rekam jejak jabatan Listyo di kepolisian ada gambaran kedekatan Listyo dan Presiden Jokowi. Sebagai lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991, Listyo pernah menjabat Kapolres Solo pada 2011. Saat itu Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo.

Kedekatan Listyo dan Jokowi berlanjut ketika Jokowi menginjakkan kaki ke Istana. Pada 2014, Listyo ditunjuk menjadi ajudan Jokowi. Setelah itu karir Listyo terus menanjak.

Ia kemudian menduduki posisi Kapolda Banten.

Setelah itu Listyo kembali ke Mabes Polri sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan pada 2016. Hingga akhirnya pada 2019, Listyo diangkat sebagai Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri menggantikan Idham Azis yang ditunjuk menjadi Kapolri. n jk/erc/cr3/rmc