Santri di Bondowoso Difasilitasi Rapid Test Antigen Gratis

Sebelum ke pondok pesantren para santri harus menjalani pemeriksaan rapid test antigen terlebih dahulu. SP/PEMKAB BONDOWOSO

SURABAYAPAGI,  Bondowoso – Para santri di Bondowoso sebelum kembali ke pondok pesantren masing-masing diwajibkan melakukan pemeriksaan rapid test antigen terlebih dahulu. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso memberikan fasilitas pemeriksaan rapid test antigen Covid-19 (virus Corona) gratis bagi para santri. "Pemkab memberikan pemeriksaan rapid antigen gratis kepada seluruh santri yang hendak balik ke pondok pesantren di luar Kabupaten Bondowoso," kata Bupati Bondowoso, Salwa Arifin, Sabtu (22/5/2021).

Salwa menjelaskan, untuk mendapatkan pemeriksaan rapid test antigen gratis, para santri cukup membawa fotocopy KTP atau KK saja. Layanan rapid test antigen gratis sudah bisa diakses oleh santri sesuai dengan jadwal balik masing-masing pondok pesantren. "Rapid antigen gratis nantinya dilaksanakan di seluruh Puskesmas. Ini bentuk perhatian kami untuk para santri. Kami mengimbau agar para santri selalu menerapkan protokol kesehatan atau 3M," ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Mohammad Imron menyebut rincian jumlah para santri asal Bondowoso yang bakal mendapat rapid test antigen gratis.  Ponpes Nurul Jadid Probolinggo ada 600an santri, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo 1.600 santri, Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo masih 80 santri. Kemudian Ponpes Lirboyo Kediri sekitar 100 santri, dan Ponpes Sidogiri Pasuruan masih sekitar 500 santri.

Jumlah tersebut diperoleh dari data yang telah masuk ke Dinas Kesehatan dari para pengurus alumni pondok pesantren. Diperkirakan jumlahnya bisa meningkat karena masih ada pengurus lain yang belum menyetor data sampai 100 persen.  "Jadi jumlah totalnya sekitar 3 ribu hingga 4 ribuan. Jumlahnya sangat mungkin bertambah karena belum semuanya mengirimkan data. Bahkan Pondok Gontor, ke Jember dan lain-lain, baru masuk hari ini. Kami tetap melayani," terangnya.

Ia menyatakan, pihaknya menyiapkan sekitar 10 ribu rapid antigen khusus untuk memfasilitasi para santri.Alat rapid test antigen disebar ke seluruh Puskesmas di Bondowoso. Mereka bisa melakukan rapid antigen pada H-1 atau H-2 jelang kembali ke pondok pesantren. Sesuai jadwal yang telah dibuat dan dikoordinasikan dengan pengurus di ponpes.

"Data itu kami minta sudah by name by address per kecamatan sehingga per kecamatan ada koordinator masing-masing. Itulah yang kami bagikan ke masing-masing Puskesmas. Sehingga logistik (rapid antigen) untuk keperluan tersebut akan menyesuaikan jumlahnya," pungkas Imron.tn/na