Satgas Kampung Tangguh Bakal Dapat Insentif

Salah satu posko kampung Tanguh RW 5. SP/SEM

SURABAYAPAGI, Surabaya- Kampung Tangguh menjadi salah satu peran penting dalam dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Surabaya mulai dari lingkup terkecil (RT/RW). Untuk itu sebagai bentuk apresiasi kinerja, Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan insentif bagi Satgas Kampung Tangguh. Jumlahnya mencapai Rp400 ribu per orang. 

Wakil Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyantomenuturkan rencananya, dalam waktu dekat insentif akan diberikan. Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 kota Surabaya saat ini sedang mengumpulkan data dan verifikasi. "Sebab, harus dinilai langsung dari lurah dan camat," ujarnya, kemarin.

Dana insentif diharapkan semakin menambah motivasi bagi satgas. Apalagi, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala Mikro (PPKM Mikro) akan diberlakukan kembali di seluruh provinsi hingga 14 Juni 2021.

PPKM diperpanjang lantaran adanya penambahan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah. Terlebih, kasus itu muncul pada masa setelah lebaran Idul Fitri 2021 dan berbarengan dengan kedatangan para pekerja migran di Indonesia. 

Sehingga, Pemkot Surabaya memperkuat tim satgas mulai dari mikro, yakni level RT/RW. Harapannya, penularan Covid-19 dapat diantisipasi sedini mungkin. 

Irvan lantas merinci siapa saja yang akan menerima intensif ini. Menurutnya, ini diberikan di luar struktur RT/RW atau pun kader. "Ini bukan untuk kader-kader seperti bumantik, posbindu, dan lain sebagainya. Kader kan udah dapat gaji sendiri. Ini murni dana insentif untuk apresiasi,” tegasnya.

Untuk diketahui, Dalam rangka mempercepat penanganan pandemi Covid-19 di Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya membentuk gugus tugas tingkat rukun warga (RW). Ada sejumlah kriteria Gugus Tugas Covid-19 tingkat RW ini. 

Masing-masing kriteria mempunyai tugas dan kegiatannya masing-masing. Mulai dari pemantauan, pendataan, hingga pendistribusian bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan.

Satgas memberikan informasi dan edukasi kepada warga terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. Juga,memantau dan memastikan warga yang melakukan isolasi mandiri.

Selain kepada Satgas, Irvan juga mengingat kan kesadaran tinggi warga masyarakat. Partisipasi masyarakat tetap menjadi yang terpenting dalam menjaga prokes secara konsisten. "Diharapkan, angka penyebaran Covid-19 makin menurun. Bila menurun, perekonomian bisa naik,” katanya.

Sebagai bentuk kepercayaan terhadap masyarakat, Pemerintah Kota Surabaya juga telah melakukan relaksasi ekonomi di beberapa jenis usaha. Sebut saja Rumah Hiburan Umum (RHU).

“Artinya pemerintah sudah percaya bahwa prokes sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Harus selalu dilakukan dan jangan ditinggalkan,” tandasnya.tn/na