Home / Politik : Analisis Politik

SBY, Singgungan Politik Kepentingan dan Kepentingan Politiknya

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 18 Sep 2023 20:46 WIB

SBY, Singgungan Politik Kepentingan dan Kepentingan Politiknya

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Usia Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, sekarang sudah 74 tahun. SBY, sapaan akrabnya, lebih muda 2 tahun dibanding Megawati. Dengan Prabowo, ayah AHY, lebih tua satu tahun. Dengan Surya Paloh, umur SBY, sebaya.

Ini deretan politisi tua kita yang konon dianggap oleh aktivis muda sudah Expired. Terlepas, mereka masuk politisi kadaluarsa, semangatnya masih ada heroisnya.

Hari Minggu (16/9/2023), Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, masih sempat kongkow di rumah Ketum Partai Gerindra. Waketum PAN Viva Yoga Mauladi ikut menyaksikan dialog dua tokoh politik tua. Ia menyebut SBY menyatakan akan turun gunung membantu pemenangan Prabowo. Masya Allah. Orang setua SBY mau turun gunung?. Ini pernyataan kiasan atau sungguhan?.

Maklum, saat saya masih SD, membaca ungkapan turun gunung. Istilah turun gunung sendiri, acap digunakan untuk seorang 'pahlawan' atau seseorang yang mempunyai kemampuan lebih yang keluar dari pertapaannya (atau istirahatnya) untuk kembali membela dan menegakkan keadilan dan kebenaran.

Tapi saat saya SMA, suka nonton film silat. Dalam satu episode, ada ucapan pesilat "turun gunung" .

Itu saya simak, saat seorang pendekar keluar dari tempatnya berguru (perguruan) untuk mengamalkan ilmu yang diperolehnya.

Tentu untuk menebar kebaikan, bukan keburukan. Apakah SBY, layak disebut seorang pendekar silat bidang politik? Walahualam.

 

***

Catatan jurnalistik saya, SBY pernah gesekan dengan Megawati. SBY mengakui hubungannya dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, sampai belum membaik.

Saat sedang digiring merapat ke Mega, Panda menanyakan lima pertanyaan dari Mega.

"Selesaikan dong ada lima kebohongan yang tidak pernah dijawab dia. Waktu itu Ibu Mega mengutus saya mendatangi SBY di istana, saya sampaikan lima pertanyaan Ibu Mega, satu pun dia (SBY) tidak jawab," ucap Panda dalam program 'Political Show' CNNIndonesia TV, Senin (11/9/2023) lalu.

Ya! Ada perang dingin' di antara kedua pemimpin partai politik ini . Konflik ini mulai tercium pada akhir 2003 ketika SBY memutuskan maju untuk bersaing dengan Megawati dalam pemilihan presiden 2004.

Saat itu SBY masih menjabat Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam). Dia pun sering tampil di televisi untuk sosialisasi pemilu.

Megawati kecewa karena SBY seharusnya mundur dari jabatan Menkopolkam. Di tengah memanasnya situasi, Sekretaris Menkopolkam Sudi Silalahi mengungkapkan keluhan SBY yang tak diajak rapat kabinet dan merasa dikucilkan dari pihak istana.

Suami Megawati, Taufiq Kiemas, kemudian angkat suara kala itu. Dia menyebut SBY sebagai 'anak kecil' karena dianggap tak berani bicara langsung dengan Megawati ketika tidak diajak rapat kabinet. SBY justru berkoar di media massa. Ini tanda SBY punya kepentingan politik sekaligus politik kepentingan.

 

***

 

Saat masih berada di koalisi Anies, SBY pernah membeberkan adanya tanda-tanda Pemilu 2024 akan berlangsung secara tidak jujur dan tidak adil.

"Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024, saya mendengar mengetahui bahwa ada tanda-tanda pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY di akun Tiktok @pdemokrat.sumut, Sabtu (17/9/2022).

Juga saat menerima Anies di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Jumat (25/8/2023) SBY, sejumlah hal, satu di antaranya strategi memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Usai ditinggal Anies, SBY, menyatakan siap turun gunung membantu memenangkan Prabowo Subianto di Pemilu 2024.

"Saya yakin dengan izin Allah, masa pak Prabowo untuk memimpin kita semua adalah melalui pilpres yang akan datang," ucap SBY, dalam video yang diunggah akun Instagram resmi PAN, yang dilihat pada Senin, (18/9/ 2023).

"For you, saya siap turun gunung," ucap SBY, yang disambut riuh tepuk tangan dari para elite parpol, termasuk dari Prabowo.

Luar biasa 'lompatan" SBY yang belum satu bulan, membagi strategi politik dari capres Anies ke capres Prabowo.

Saya menyimak pernyataan SBY ini campuran politik kepentingan dan kepentingan politik.

Itu lah catatan jurnalistik saya di dalam politik selalu terdapat unsur kepentingan. Nyata, politik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sebuah kepentingan. Idealnya politik tidak sama dengan kepentingan.

Padahal, berbicara politik, sudah pasti membicarakan sebuah kepentingan. Ada politik kepentingan dan kepentingan politik.

Bagi saya, menyimak aktivitas SBY, jelas, soal politik selalu berujung dan berakhir pada term kepentingan.

Pertanyaannya, kepentingan seperti apa dan untuk tujuan apa yang dilakukan SBY saat ini?. Kepentingan untuk memperoleh dukungan, simpati publik, atau kegilaan jabatan?. Tak bisa ditutupi pernyataan SBY ke tim Anies dan tim Prabowo, ada kesan mengedepankan aspek keuntungan individual. Siapa? Apa AHY? Tanya ke rumput yang bergoyang. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU