Sebabkan Sindrom Imun Langka, Uni Eropa Stop Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca dilaporkan menyebabkan gangguan imun langka. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badan Uni Eropa yang bertanggung jawab atas evaluasi dan pengawasan produk obat, European Medicines Agency (EMA), sedang menyelidiki laporan vaksin Covid-19 AstraZeneca yang menyebabkan sindrom Guillain-Barre. Laporan ini muncul di tengah kontroversi bahwa vaksin tersebut menyebabkan pembekuan darah.

Oleh karenanya, Uni Eropa berencana menyetop pemesanan vaksin virus corona dari AstraZeneca setelah Juni. Pengumuman tersebut disampaikan Komisaris Pasar Internal Eropa Thierry Breton.

Rencana penghentian pembelian ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi efek samping vaksin Covid-19 buatan perusahaan Inggris-Swedia itu. Regulator obat-obatan Eropa mengatakan pada hari Jumat sedang meninjau laporan gangguan saraf langka pada orang-orang yang telah divaksin.

Badan pengawas obat Uni Eropa sebelumnya telah menyatakan pembekuan darah merupakan efek samping dari vaksin corona AstraZeneca. Beberapa negara Eropa telah membatasi penggunaan untuk kelompok usia lebih tua atau menghentikan penggunaan sama sekali.

Komite Penilaian Risiko Farmakovigilans Badan Obat-obatan Eropa (PRAC) mengungkapkan bahwa mereka menilai laporan dari gangguan sistem kekebalan imun langka yang ditemukan pada sejumlah orang setelah vaksinasi.

“Sebagai bagian dari tinjauan laporan keamanan ringkasan pandemi reguler untuk Vaxzevria, vaksin Covid-19 AstraZeneca, PRAC menganalisis data yang diberikan oleh pemegang otorisasi pemasaran pada kasus sindrom Guillain-Barre (GBS) yang dilaporkan setelah vaksinasi," kata PRAC, Senin (10/5/2021).

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, sindrom Guillain-Barre adalah kondisi yang sangat langka dan serius yang memengaruhi saraf, dan dapat menimbulkan perasaan mati rasa, lemah, dan nyeri pada mereka yang mengalaminya.

Meskipun NHS menyarankan bahwa sindrom Guillain-Barre adalah kondisi yang dapat diobati dan bahwa kebanyakan orang pada akhirnya akan sembuh total, sindrom itu juga dapat mengancam jiwa dan meninggalkan mereka yang mengalaminya dengan masalah jangka panjang.

Uni Eropa bulan lalu juga memberi tindakan hukum terhadap AstraZeneca karena tidak menghormati ketentuan kontrak. Beberapa butir perjanjian tak bisa dipenuhi dan AstraZeneca disebut belum berada dalam posisi sanggup menghasilkan solusi agar pengiriman vaksin bisa tepat waktu. Dsy15