Sebanyak 220 Koperasi Penggerak UMKM di Lamongan Tumbang

Bupati Yuhronur Efendi saat melihat langsung hasil produk pelaku UMKM Lamongan. SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Di hari Koperasi ke 74 tahun ini,  satu persatu Koperasi di Lamongan mulai tumbang. Koperasi yang diharapkan bisa menjadi penggiat, pengungkit, dan penggerak dalam menggairahkan kembali Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan tagline "Ayo Beli Produk Lamongan" itu sudah tidak aktif.

Tentu tumbangnya 220 Koperasi di Lamongan ini sedikit bisa menghambat keinginan bupati Yuhronur Efendi, untuk kembali menggelorakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dengan tagline "Ayo Beli Produk Lamongan". Karena Koperasi diharapkan menjadi satu dari sekian penyedia modal bagi pelaku UMKM. 

Tidak aktifnya Koperasi yang bergerak di bidang Usaha Simpan Pinjam (USP) tersebut, seperti disampaikan oleh Agus Suyanto Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, indikasinya tidak pernah melaporkan kegiatan, tidak ada aktivitas dan tidak pernah menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) anggota selama dua tahun berturut-turut.

"Hingga saat ini sudah ada 220 Koperasi yang tidak aktif melakukan aktivitas apapun termasuk RAT," kata Agus panggilan akrab Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, saat di hubungi surabayapagi.com melalui WhatsApp, Senin (12/7/2021).

IMG-20210408-WA0033_1

Disebutkan olehnya, jumlah Koperasi yang sudah tidak aktif ini tergolong cepat bertambahnya. Ia lalu menyebutkan pada saat acara penyerahan penghargaan kepada Koperasi berprestasi dan pelaku usaha mikro di Pendopo Lokatantra Kabupaten Lamongan, pada Kamis (8/4/2021), Koperasi yang tidak aktif ada 200 an.

"Pada saat ada acara di Pendopo pemberian penghargaan kepada Koperasi, tepatnya bulan April masih sekitar 200 an Koperasi yang tidak aktif, dan kini sudah tambah lagi 20 Koperasi jadi total nya 220 Koperasi yang tidak aktif," ujarnya.

Pihaknya kata Agus terus mensupport agar Koperasi di Lamongan terus ada dan berkembang, dan ia berharap pada tahun-tahun ini tidak ada Koperasi yang tumbang di tengah jalan. "Kalau ada kesulitan tentu bisa dikonsultasikan ke Dinas Koperasi bagaimana kiat-kiat Koperasi bisa survive di tengah persaingan seperti ini apalagi ada pandemi covid-19," ungkapnya.

Di Lamongan sendiri dari data yang dipunyai Dinas Koperasi dan UMKM, jumlah Koperasi yang terdaftar sebanyak 1.318 Koperasi.  Sebanyak 1.098  diantaranya yang masih aktif  melakukan aktifitas dan dengan rutin melaporkan kegiatan dan menggelar RAT setiap tahunya, dan sisanya 220 Koperasi tidak aktif alias tumbang.

IMG-20210408-WA0032

Sebelumnya dalam acara penghargaan Koperasi dua bulan lalu, Bupati Yuhronur Efendi mengatakan, kalau koperasi mempunyai peranan yang sangat penting sebagai penggiat, pengungkit, dan penggerak dalam menggairahkan kembali UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah), utamanya di Lamongan.  

Apalagi sebelumnya UMKM ini sempat lesu, sebagai akibat dari pandemi covid-19. Karena itu ia mengajak untuk membangkitkan kembali berbagai sektor yang sempat lesu ini. “Yang paling penting bagaimana kebangkitan UMKM dan IKM di Lamongan. Membangkitkan kembali sektor UMKM, yang ini harusnya didukung oleh elemen-elemen yang lain, seperti koperasi, perbankan, dan lainnya,” ujarnya kala itu.

Kedepan bupati ingin produk-produk Lamongan dapat lebih dikenal dan masuk ke warung-warung waralaba, bahkan banyak yang bisa sampai melakukan ekspor. "Koperasi sebagai wadah ini bisa turut serta mengambil peran untuk menggairahkan UMKM, tidak hanya membantu pada sektor permodalan, namun juga pada sektor pemasarannya.

Pemkab terus mendorong untuk berkembang. Bahkan saat ini ada dua sistem pemasaran, secara online dan offline. "Produk kita ini bagus, mampu bersaing, dan tidak kalah kualitasnya dengan produk dari perusahaan atau daerah lain. Mari kita sukseskan gerakan UMKM bangkit, khususnya gerakan Ayo Beli Produk Lamongan, menggerakkan seluruh sektor-sektor IKM di setiap sudut Lamongan,” ajaknya.jir