Sejumlah SMA Negeri di Ponorogo Kekurangan Murid

SMA Negeri di Ponorogo kuota peserta didik barunya belum terpenuhi atau masih kekurangan murid. SP/SR/ Sofyan Arif Candra Sakti

SURABAYAPAGI, Ponorogo – Tahun ajaran baru 2021/2022 akan segera dimulai. Kendati demikian, masih ada sejumlah sekolah di Ponorogo, terutama jenjang SMA Negeri yang kuota peserta didik barunya belum terpenuhi atau masih kekurangan murid.

Hanya ada 4 SMA dari 16 SMA yang pagunya terpenuhi 100 persen pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berdarakan data yang didapat dari cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jatim wilayah Ponorogo.

"Hanya ada empat sekolah yang terpenuhi 100 persen yaitu SMAN 1 Ponorogo, SMAN 2 ponorogo, SMAN 3 Ponorogo dan SMAN 1 Babadan," kata Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Ponorogo, Eko Budi Santoso, kemarin.

Eko mengatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi banyaknya sekolah yang pagunya tidak terpenuhi.

Yang pertama memang beberapa SMA di Ponorogo selalu kekurangan murid setiap tahunnya mulai dari SMA Kauman, Jetis, Balong, Sooko, lalu SMA Ngrayun.

Bahkan di tahun ini tingkat keterisian kursi siswa SMA 1 Sooko hanya 11 persen, lalu SMA 1 Kauman 19 persen, dan SMA 1 Bungkal 20 persen.

"Tapi memang anak-anak zaman sekarang itu sepertinya lebih ke SMK daripada SMA, agar cepat berkerja," lanjut Eko.

Namun begitu, pada tahun ini bukan hanya di SMA, pendaftaran di SMK dari data sementara yang didapat Eko juga minim.

Buktinya, hanya ada 57 persen siswa lulusan SMP yang diterima di jenjang SMA maupun SMK negeri di Ponorogo dari jumlah 7.629 siswa.

"Lha anak-anak (lulusan SMP) ini pada kemana. Atau mungkin sekarang ada tren yaitu orang tua lebih memilih menitipkan anak-anak ke boarding school atau pondok," jelasnya.tn/na