Sektor Wisata Pulih 2021, Kemenparkraf Saip Perkuat Daya Saing

Keindahan salah satu destinasi wisata. SP/KM

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Era normal baru sudah mulai diterapkan di berbagai kota besar Indonesia. Sebagai salah satu sektor yang paling terdampak, yakni pariwisata Indonesia diperkirakan akan pulih pada tahun 2021.

Pulihnya sektor pariwisata yang diprediksi pada tahun 2021 ini diungkapkan langsunoleh Pengamat Pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman, Chusmeru. Menurutnya, pemulihan yang cukup lama tersebut terjadi karena beberapa alasan.

Pertama, secara psikologis masyarakat masih merasa ketakutan untuk bepergian dan berkerumun di destinasi wisata. Wisatawan diyakini masih trauma dengan pandemi covid-19 dan mengkhawatirkan adanya gelombang kedua.

Selanjutnya jika ditilik dari segi ekonomis, daya beli wisatawan telah menurun akibat sudah lama tidak beraktivitas dan tidak produktif. Secara finansial, kata Chusmeru, masyarakat akan mengutamakan kebutuhan yang mendesak.

"Berwisata saat ini bukan merupakan kebutuhan yang mendesak, karena secara finansial wisatawan lebih memprioritaskan kebutuhan domestiknya," kata Chusmeru saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (8/6).

Kemudian secara sosiologis, wisatawan akan menghindari untuk berinteraksi dengan banyak orang sehingga diprediksi wisata grup tidak lagi diminati. Menurutnya, masyarakat lebih memilih berwisata secara individual atau kelompok kecil yang akan berimbas terhadap angka kunjungan di satu destinasi.

Bahkan, Chusmeru meyakini protokol kesehatan pada era new normal atau kelaziman baru belum mampu mempercepat pemulihan sektor pariwisata. Kendati demikian, ia mengakui bahwa protokol tersebut memang menjadi komponen vital dalam pembukaan objek wisata.

Meski demikian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memperkuat sinergi dengan kementerian atau lembaga lain. Ini dilakukan guna memperkuat indeks daya saing pariwisata atau Travel Tourism Competitiveness Index (TTCI).