Selain Smartkos Mulyosari, Bumi Madinah Asri Juanda juga "Bodong"

Tanah yang akan dibangun perumahan Bumi Madinah Asri Juanda di daerah Damarsi Buduran, Sidoarjo, kondisinya kosong dan banner penjualan sudah rusak. SP/Anggadia

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dari penelusuran Surabaya Pagi, ternyata PT Indo Tata Graha telah mamakan korban properti cukup banyak. Tidak hanya proyek Smartkos di Mulyosari, tetapi proyek perumahan Bumi Madinah Asri Juanda dan Graha Permata Juanda yang berada di Sedati, Buduran, Sidoarjo.

Hal ini terkuak saat puluhan kastemer yang menggeruduk kantor PT Indo Tata Graha (ITG), selaku pengembang dua proyek perumahan murah itu. Beberapa kastemer yang mendatangi kantor PT ITG di Deltasari Waru Sidoarjo itu beragam.

Ada yang menjadi korban properti Smartkos di Mulyosari Surabaya, dan ada yang merasa ditipu dengan proyek rumah di Bumi Madinah Asri Juanda serta Graha Permata Juanda.

Rabu (2/6/2021) kemarin, Surabaya Pagi menghimpun data dari para kastemer, bahwa mereka kebanyakan mulai membayar DP di tahun 2019. Namun hingga kini 2021 lokasi yang dijanjikan akan dibangun rumah, masih berupah sawah tanpa ada urukan tanah apapun dilokasi.

Salah satu korban proyek Bumi Madinah Asri Juanda, yakni Imam Syafi'i. Imam mengaku bahwa seharusnya ia sudah melakukan serah terima unit pada bulan Juni 2021 ini. Tetapi nyatanya hingga bulan Juni 2021, tidak ada informasi apapun dari pihak ITG.  Bahkan, lahannya masih berupa lahan kosong.

"Di Ikatan Jual Beli juga sudah jelas, mereka harus menginfokan 3 bulan sebelum serah terima unit mengenai perubahan atau keterlambatan. Dan sampai sekarang ini pun gak ada info blass", ujar Imam.

Imam membeberkan, dirinya membeli satu unit rumah di Perumahan Bumi Madinah Asri Juanda. Melihat kondisi realitas belum ada bangunan, dirinya pun meminta refund. "Tetapi beberapa kali saya kesini (kantor PT ITG, red) juga tidak ada kejelasan. Kalau refund, skemanya bagaimana? Atau ada solusi lain? Ini gak jelas," jelas Imam kepada Surabaya Pagi, Rabu (2/6/2021).

Ia pun kesal dan siap membawa masalah ini ke jalur hukum. Bahkan, tanggapan PT ITG saat dirinya bersama puluhan kastemer yang meminta kejelasan pun, perwakilan PT ITG berlaku sewenang-wenang dan arogan.

"Awalnya kan arogan, ditemui gamau, di Whatssap tidak ada balas, CS (Customer Service)  juga jawabnya gak pas. makanya saya langsung kesini minta kejelasan. Sebab saya sudah keluar uang Rp 166 juta," lanjutnya.

 

Masih Lahan Kosong

Sedangkan, dari pantauan Surabaya Pagi di lokasi proyek Bumi Madinah Asri Juanda yang berada di kelurahan Damarsi, Sidoarjo. Hanya berdiri banner promosi penjualan dari PT ITG yang kondisinya sudah usang dengan warna sudah memudar dan rusak dikoyak angin.

Sementara di belakangnya, hamparan tanah yang diduga akan dibangun rumah Bumi Madinah Asri, belum terlihat ada pembangunan sama sekali. Beberapa warga yang dekat tinggal di lokasi, menyebut sejak awal pemasangan banner penjualan, tidak pernah ada aktivitas pembangunan.

"Dari awal lho mas gak ada proyek kerja. Sempat awal-awal, cuma pengukuran. Tapi selanjutnya gak ada. Alat berat aja gak pernah," ujar salah satu warga yang meminta namanya dikorankan ini, Rabu (2/6/2021).

 

Mulai Rp 225 Juta

Berbeda dengan iklan promosi di media sosial. PT ITG yang menjual Bumi Madinah Asri Juanda Sidoarjo ini diklaimnya sebagai "100 persen pure syariah". Salah satu promosi yang sempat dilihat di marketplace rumah.com, Rabu (2/6/2021), terpampang harga di Bumi Madinah Asri Juanda ditawarkan mulai dari Rp 225 juta hingga Rp 300 juta.

Tipe ukuran yang ditawarkan pun mulai dari tipe rumah 40 dan tipe rumah 50, dengan bangunan 2 lantai. Tak tanggung-tanggung, dalam promosi itu menawarkan pembayaran down payment dimulai dari Rp 25 juta hingga Rp 50 juta.

Selain itu Surabaya Pagi juga memantau perkembangan perumahan Madinah Asri Juanda di kelurahan Damarsi, masih belum terdapat pembangunan apapun. Terlihat banner penjualan pun sudah rusak di koyak angin.

 

Audit Internal

Sementara, dari klarifikasi perwakilan PT ITG, yang diwakili kuasa hukumnya, Rahmat mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan audit internal untuk mengetahui pendanaan di PT ITG. Selain itu Rahmad juga menyatakan saat ini para pemegang saham PT ITG, sedang saling menggugat di Pengadilan Negeri Sidoarjo.

"Mohon maaf, kami sedang melakukan audit. Saya juga pusing karena pemilik saham didalam saling gugat di pengadilan negeri," tegas Rahmat, yang menemui puluha kastemer korban Smartkos, Bumi Madinah Asri Juanda dan Graha Permata Juanda di dalam satu ruangan berukuran 6x8 meter itu. ang/ana/cr2/rmc