Selamat Jalan (RIP) Arief Harsono, Bos Samator

Dr. H. Tatang Istiawan

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saya kaget saat diberitahu Pak Haryono Winata alias Miming (pemilik hotel Windham Surabaya), Selamat jalan Arief Harsono (RIP). Turut berduka cita. Ini kabar malam itu juga yang menginformasikan Direktur Utama atau CEO Samator Group (PT Samator) meninggal dunia, Jumat (02/07/2021) malam di RS Adi Husada, Undaan Surabaya.

Beberapa menit kemudian saya mendapat kiriman WA dari beberapa pengusaha Tionghoa lain.

Begini kabar bila ada pengusaha top Surabaya meninggal. Arief, dikabarkan nyawanya tak tertolong setelah berjuang melawan Covid-19.

Bagi saya, Arief Harsono (66 tahun) pengusaha di Surabaya yang sangat populer. Sebelum meninggal saya beberapa kali ketemu pendiri perusahaan Samator Group di hotel Grand Mercure Surabaya City, miliknya di kawasan Rungkut.

Saya kenal Arief, bahas urusan tanah di Surabaya yang diatas namakan istrinya. Meski dia ada masalah, cara menghadapi masalah tanah dilakukan dengan tenang. Pernah sampai dimediasi oleh Pak Wefan di rumahnya Jalan Seruni. Arief Harsono malam itu bertemu dengan Widji Nurhadi dan beberapa kawan. Dengan ketenangannya urusan tanah yang dihadapi dinegosiasikan untuk solusi. Dari data yang ada, posisinya lemah.

Adalah Pak Wefan dan Pak Widji Nurhadi, yang membantu menjadi mediator. Maklum pertemanannya dengan Pak Wefan, sudah lama. Dan Arief adalah teman sekolah Cunket almarhum, orang kepercayaan Pak Wefan.

Beberapa hari setelah mediasi, ia mengundang saya ke Mercure, hotelnya. Arief tetap perlente. Menemui saya di lobi hotel menggenakan kemeja batik tulis warna biru.

Arief mengaku ia punya beberapa lahan tanah peninggalan Belanda di Surabaya. Antara lain di sekitar Joko Dolog Surabaya. Saya dimintai tolong mengurus. Setelah itu ia berkomunikasi dengan saya melalui WA. Maklum usahanya banyak yaitu bergerak di bidang industri konstruksi mekanikal, elektrikal dan perdagangan alat kesehatan. Dan menetap di Jakarta.

Relasinya umumnya perusahaan gas industri swasta nasional maupun asing, termasuk perusahaan BUMN. Selama pandemi ini, Samator menyuplai sebagian besar tabung gas oksigen untuk rumah sakit di Indonesia.

Dilansir dari laman website perusahaan www.samator.com, perjalanan Samator Group hingga bisa menjadi perusahaan gas yang sukses ternyata cukup panjang.

Pada tahun 1975, Samator memulai bidang usahanya dengan memproduksi asetilen. Sejak itu, Samator telah tumbuh menjadi grup perusahaan multi triliun rupiah dengan pegawai lebih dari tiga ribu orang.

Pada tahun 2004, Samator melakukan ekspansi usaha gas industrinya secara agresif dengan melakukan akuisisi atas PT Aneka Gas Industri (AGI).

Bidang usaha AGI telah tumbuh lebih dari enam kali dalam satu dekade terakhir ini dengan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR) yang impresif sebesar 20 persen.

Pertumbuhan yang signifikan ini di capai melalui kerja keras dari timnya yang berkomitmen untuk menerapkan pengetahuan global dengan konten lokal dalam melayani pelanggan kami yang beragam.

Grup Samator, dengan fasilitas lebih dari 50 pabrik dan 100 pos pengisian, kini diakui telah mampu menyediakan serangkaian produk dan jasa gas industri untuk memenuhi permintaan pasar secara nasional.

Praktis bos Samator dikenal sebagai perusahaan gas industri pertama di Indonesia dengan jaringan distribusi terbesar dan terluas secara nusantara. Samator pun menjadi pemasok gas industri yang diandalkan di Indonesia.

Informasi yang saya ketahui Grup Samator juga bermitra dengan perusahaan gas industri kelas dunia, seperti Taiyo Nippon Sanso Corporation, Tomoe Shokai Co. Ltd., dan Hangzhou Hangyang Co.,Ltd.

Kemitraan ini memberikan keuntungan kepadanya untuk memanfaatkan teknologi paling mutakhir, memenuhi permintaan pasar dan mempertahankan standar kualitas secara global atas produk dan keunggulan operasional.

Selama ini grup Samator terus mengembangkan kegiatan usaha ke berbagai industri, termasuk kesehatan, kimia, engineering procurement and construction (EPC), otomotif dan properti.

Setelah penerbitan obligasi kedua di akhir tahun 2012, Grup Samator melakukan restrukturisasi organisasi pertama sebagai bentuk respon terhadap tantangan ekonomi mendatang. Grup Samator juga telah merumuskan ulang visi, misi dan nilai-nilai luhurnya.

Grup Samator juga terus berusaha untuk menjadi perusahaan yang paling diidamkan, terus tumbuh dan berkembang dengan mendayagunakan sumber daya alam untuk memberikan manfaat bagi kehidupan.

Visi tersebut telah menjadi pernyataan resmi dalam memimpin organisasi menuju masa depan yang lebih baik.

Salah satu anak Arief Harsono kini juga dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di tanah air. Namanya Rachmat Harsono yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT Aneka Gas Industri Tbk, yakni perusahaan penghasil Gas industri terbesar dengan jaringan terluas di Indonesia.

Di bidang Organisasi, Rachmat dikenal sebagai Ketua IKAL Lemhannas Jawa Timur, Bendahara IKAL Strategic Center, Wakil Ketua Komite tetap Industri-Aneka Industri, Industri Textile dan Pertahanan KADIN dan Ketua Umum Persaudaraan Pemuda Buddha Maitreya Indonesia (Persadabumi).

Almarhum juga menjabat Ketum Asosiasi Gas Industri Indonesia, Ketua APINDO DPP Jatim,Ketum DPP Walubi, Ketua STAB Maitreyawira, Ketua DPP Majelis PBMI, Ketum Pengurus Pusat LPTGN & Wakil Ketum IV PBVSI.

Arief dikenal pendiri klub bola voli Samator. Klub ini banyak melahirkan pemain timnas Indonesia. Almarhum juga dikenal pengusaha yang gigih. Dan dengan kegigihannya, Indonesia sudah mandiri di bidang Oksigen. Selamat jalan Pak Arief. “Sabbe saṅkhārā aniccā.... Segala bentukan adalah tidak kekal. Sugatiṃ vā saggaṃ lokaṃ uttariṃ vā upapajjatu... Semoga (mendiang) terlahir di alam surga menyenangkan atau lebih dari itu.” Amin ([email protected])