Home / Pemerintahan : Menuju Zero HIV AIDS 2030

Seluruh Puskesmas Kota Mojokerto Bisa Layani Pemeriksaan dan Pengobatan HIV AIDS

author surabayapagi.com

- Pewarta

Sabtu, 02 Des 2023 08:20 WIB

Seluruh Puskesmas Kota Mojokerto Bisa Layani Pemeriksaan dan Pengobatan HIV AIDS

i

Wali Kota Ika Puspitasari yang juga Ketua KPA Kota Mojokerto saat memperingati Hari Aids Sedunia dengan tema Bergerak Bersama Komunitas Akhiri AIDS 2030 di Alun-Alun Wiraraja, Jumat

 

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto –Pemerintah Kota Mojokerto mengoptimalkan seluruh Puskesmas untuk melayani pengobatan pasien pengidap HIV/AIDS. 

Pasalnya, hingga penghujung tahun 2023 ini, terdapat 400 lebih pasien HIV/AIDS yang berasal dari dalam dan luar Kota Mojokerto.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Mojokerto dr Farida Mariana mengatakan, berdasarkan data pasien HIV/AIDS yang berobat sebanyak 400 lebih.

Namun, sebagian besar merupakan warga yang berdomisili di luar daerah. ’’Yang dari Kota Mojokerto ada 116 orang,’’ sebutnya.

Berbeda dengan penanganan pasien lainnya, ODHIV dan ODHA mendapat perlakuan khusus dengan pengawalan.

Upaya tersebut untuk memastikan pasien bisa tetap rutin berobat untuk menjaga kondisinya tetap sehat dan menekan risiko penularan.

’’Satu per satu kita kawal. Karena jangan sampai yang sudah berobat kemudian hilang atau tidak balik lagi,’’ulas dia.

Di samping itu, fasilitas kesehatan yang menangani layanan bagi ODHIV dan ODHA juga diperluas. Jika selama ini hanya di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, kini pelayanan juga dibuka di RS Gatoel.

Bahkan, seluruh puskesmas di Kota Mojokerto juga membuka pelayanan yang sama bagi pasien HIV/AIDS.

’’Enam puskesmas sudah siap pelayanan PDP (perawatan, dukungan, dan pengobatan). Harapan kita, semua ODHA/ODHIV bisa milih nyamannya di mana saja,’’ jelasnya 

 

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengungkapkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Mojokerto untuk menekan penyebaran HIV/AIDS.

Salah satunya dengan menggandeng komunitas untuk mengedukasi masyarakat yang berisiko untuk memeriksakan diri maupun memotivasi orang dengan HIV (ODHIV) dan orang dengan AIDS (ODHA) agar berobat.

’’Kita memiliki ratusan teman-teman relawan yang selama ini bergerak cukup aktif untuk melakukan edukasi secara masif kepada masyarakat agar bisa membaur dengan mereka (ODHIV/ODHA). Karena kita tidak perlu memberikan stigma negatif, tapi justru kita harus mengajak mereka untuk berperilaku hidup yang sehat,’’ ulasnya ditemui saat memperingati Hari AIDS Sedunia di Alun-Alun Wiraraja, Jumat (1/12).

Menurutnya, upaya untuk merangkul komunitas menjadi langkah yang efektif untuk bisa menekan penyebaran HIV/AIDS.

Selain itu, juga menekan risiko kasus kematian pada ODHIV maupun ODHA. Sehingga, kata dia, peran sukarelawan dapat membantu mewujudkan target untuk akhiri kasus baru HIV/AIDS di tahun 2030.

’’Sebagai pengidap HIV/AIDS pun, komunitas juga harus mengajak teman-teman agar berprilaku hidup sehat. Tidak melakukan perilaku dalam tanda kutip nakal yang justru berpotensi menyebarkan HIV/AIDS,’’ imbuh ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Mojokerto ini. Dwi

 

 

Editor : Redaksi

Tag :

BERITA TERBARU