Seminggu Beroperasi, 1 Pasien Rumah Isolasi OTG Bangkalan Sembuh

Pasien Covid-19 RI OTG asal Lombok yang dinyatakan sembuh oleh dokter. SP/ Sem

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rumah Isolasi Orang Tanpa Gejala (RI OTG) Bangkalan berhasil menyembuhkan 1 orang pasien covid-19 setelah seminggu beroperasi.

"Alhamdulillah, pasien pertama bisa pulang dengan sehat, sudah sembuh dan tidak ada gejala yang tersisa sehingga bisa pulang dan beraktifitas seperti sedia kala dan dapat bertemu keluarga di kampung halamannya," kata Dokter Pendamping RI OTG Bangkalan, dr. Yussika Fernanda dalam keterangan resminya yang diterima Surabaya Pagi, Minggu (11/07/2021).

Perlu diketahui, rumah sakit yang digawangi oleh dr Dr. Erwin Astha Triyono telah beroperasi sejak 5 Juli 2021 lalu. Hingga 10 Juli lalu, telah ada kurang lebih 48 pasien yang telah dirawat di RI OTG Bangkalan.

Pasien yang dipulangkan tersebut kata Yussika, merupakan pasien asal Lombok. Sebelumnya, pasien ini sempat dikarantina di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dan setelah swab PCR nya positif dikirimkan ke RI-OTG Bangkalan untuk perawatan lebih lanjut. 

"Kita rawat dengan baik sesuai dengan prosesur hingga akhirnya pasien ini berhasil disembuhkan," ucapnya

Sementara itu, Sura selaku penyitas covid-19 RI OTG memberikan apresiasi kepada para tenaga medis (nakes) yang telah berjibaku merawatnya selama di RI OTG. Ia juga berterima kasih kepada para nakes dan relawan yang telah banyak membantu selama dirawat. 

"Pelayanan di sini sangat memuaskan, makanannya terjamin dan fasilitasnya cukup baik. Apalagi semuanya gratis. Terima kasih semuanya, sehat selalu," kata Sura.

Sebagai informasi, RI-OTG Bangkalan merupakan RS Lapangan yang didirikan sebagai tindak lanjut dari kebutuhkan penanganan pasien covid-19 yang terus meningkat dalam kurun waktu sebulan terakhir, terutama dipicu oleh tingginya angka penderita covid dari klaster Bangkalan. 

Secara kapasitas, RI OTG Bangkalan memiliki 400 tempat tidur dan rencananya ke depan akan terus ditingkatkan sesuai situasi dan kondisi pandemi di Jawa Timur. Sem