Sempat Batuk-Batuk, Penumpang Xenia Tewas Mendadak

Petugas dengan mengenakan pakaian pelindung lengkap mengevakuasi jenazah wanita yang tewas di dalam mobil taksi online. (SP/jimmy)

Ditengah pandemic corona saat ini, sering ditemui warga yang tiba-tiba ambruk tidak sadarkan diri bahkan beberapa diantaranya tewas tanpa tau penyebabnya. Seperti apa yang terjadi pada seorang wanita pelanggan taksi online di surabaya. Tidak diketahui apa penyebabnya, korban tiba-tiba kejang dan kemudian meninggal dunia. Berikut laporan wartawan Surabaya Pagi Jemmi Purwodianto di Surabaya,

Daihatsu Xenia warna hitam nopol L 1070 PI, tiba tiba berhenti di depan toko elektronik. Ternyata penumpangnya meninggal. Imelda, 42, seorang penumpang taksi online mendadak tewas di bangku penumpang mobil Daihatsu Xenia warna hitam bernopol L 1070 PI di Jalan Siwalankerto, Surabaya, Selasa (12/5) siang. 

Sebelum meregang nyawa di dalam mobil yang disopiri Gatot Sutrisno, perempuan asal Jalan Kedungdoro sempat batuk dua kali, kejang-kejang dan terjatuh ke samping kanan.

Gatot Sutrisno mengatakan, korban naik mobil dari rumah toko (ruko) Jalan Kendangsari, Tenggilis Mejoyo dengan tujuan ke toko Jalan Siwalankerto. Awal menumpang korban masih baik-baik saja dan tidak mengeluh sakit.

Namun, sesampainya di pertigaan Jalan Siwalankerto-Frontage Road Jalan Ahmad Yani, korban sempat batuk-batuk.

"Kayak batuk dua kali, huk-huk, belum muntah. Saya noleh ke belakang nah kok kejang-kejang terus jatuh kesamping," ujar Gatot ditemui di Jalan Siwalankerto, kemarin.

Melihat penumpangnya terjatuh di bangku mobil, Gatot panik lalu menepikan dan memberhentikan mobil di Jalan Siwalankerto. Dia meminta pertolongan tukang becak dan warga yang ada di sekitar lokasi. 

Sejurus kemudian, karena korban sudah tidak bernyawa kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Wonocolo. 

Pantauan dilapangan, sebelum jenazah dievakuasi, Jalan Siwalankerto sempat ditutup sementara untuk proses identifikasi yang dilakukan Tim Inafis Polrestabes Surabaya.

"Informasi awal, mungkin sakit jantung. Dari laporan sopir tersebut, dia (korban) mengalami sakit batuk," tegasnya.

Mantan Kapolsek Simokerto ini menyebutkan, penyebab kematian korban dari data awal bukan karena Covid-19.

"Karena situasi pandemi Covid-19 mau gak mau olah TKP pakai APD yang lengkap," tandasnya. (jem)