Seniman Musik Tunanetra yang Mahir Bernyanyi dan Bermain Keyboard

Fajar Calvino Samsu Dhuha, seorang pemuda tunanetra yang sedang memainkan keyboard. SP/ TLG

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Fajar Calvino Samsu Dhuha, seorang seniman musik sekaligus pemuda tunanetra asal Tulungagung mampu menguasai dua alat musik sekaligus dalam waktu singkat. Tidak hanya keyboard saja, tapi dia juga mahir bernyanyi dan memainkan drum. Meskipun jika dibandingkan dengan bermain keyboard, drum itu lebih sulit baginya.

Awalnya dia mulai belajar bermain keyboard. Meski awalnya sempat merasa kesulitan karena hambatan yang dia miliki, bukan menjadi alasan untuk putus asa. Betul saja, hanya butuh dua bulan saja, dia bisa menguasasi chord dalam keyboard, dari situlah kecintaannya terhadap musik mulai menggebu-gebu. “Dulu lagu pertama yang bisa saya bawakan adalah lagu anak-anak,” ujarnya, dikutip Minggu (18/4/2021).

Fajar sudah hampir 13 tahun menggeluti dunia musik, untuk menguasai satu lagu, biasanya dia hanya membutuhkan dua hari. Karena keahlinya tersebut berbagai panggung sudah pernah dia jajaki. Bahkan Fajar juga mendapatkan panggilan untuk bermain dalam sebuah acara pernikahan. Meskipun ketika di beberapa momen dia harus mempelajari lagu-lagu baru yang akan dia bawakan. “Selama ini paling jauh saya pernah manggung di Kediri. Dan berbagai perlombaan juga sering saya ikuti,” terangnya.

Namun, sejak adanya pandemi Covid-19 membuat jadwal manggung terpaksa banyak ditunda. Tapi kini, panggilan untuk manggung mulai berdatangan kembali. “Awal pandemi Covid-19, jadwal manggung sangat sepi. Akhirnya saya hanya bermain musik untuk mempertajam skill,” ungkap pemuda yang suka dengan instrumen klasik itu.

Tak hanya itu, ia juga sering kali mengunggah permainan musiknya ke kanal YouTube miliknya. Tujuannya, untuk mengabadikan setiap momennya ketika bermain musik, di mana dan kapan pun dia bermain musik. “Alasan saya mengunggah di YouTube itu karena ingin berbagi dengan dunia tentang musik yang saya mainkan,” terangnya.

Calvin bercita-cita bisa melanjutkan pendidikan lebih tinggi untuk bisa menyelami lebih dalam dunia seni musik melalui jalur beasiswa. Dan dia berharap bisa mendapatkan apresiasi dari karya musik yang dia mainkan.

“Mungkin kini dari Pemkab Tulungagung belum ada pendampingan kepada saya untuk mengembangkan musik. Sedangkan dari keluarga memang ingin mendorong saya untuk mengembangkan bakat musik yang saya miliki. Doakan agar bisa meraih cita-cita saya,” pungkasnya. Dsy12