Serangan Israel, 174 Warga Gaza Meninggal Dunia dan 1.200 Terluka

Satu unit artileri Israel menembak ke arah sasaran di Jalur Gaza, di perbatasan Gaza Israel, Rabu (12/5/2021)(AP PHOTO/YONATAN SINDEL)

SURABAYAPAGI, Gaza – Jumlah korban meninggal dan luka diperkirakan akan bertambah akibat serangan Israel karena sampai saat ini ambulans dan tim pertahanan sipil masih terus melakukan pencarian korban di puluhan reruntuhan gedung di Gaza. 

Hingga Minggu (16/5), sebanyak 174 warga Gaza, 47 di antaranya anak-anak, telah meninggal. Sementara korban luka mencapai 1.200 orang. Jumlah korban akibat serangan Israel ini dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina.

Dilaporkan laman Al Arabiya, hingga Minggu  pagi, pesawat tempur Israel membombardir beberapa bangunan dan jalanan di bagian penting Kota Gaza. Serangan itu menghancurkan jalan utama menuju rumah sakit Shifa, yakni rumah sakit terbesar di wilayah yang diblokade tersebut. Sebuah rumah warga juga menjadi sasaran serangan Israel.

Menurut seorang pejabat Palestina, serangan udara Israel pada Sabtu (15/5) malam menyebabkan 23 warga Gaza tewas. Itu merupakan serangan tunggal paling mematikan sejak Israel melancarkan agresi ke Gaza pada Senin (10/5) lalu.

Pada Sabtu lalu, Israel juga menghancurkan gedung 12 lantai yang menjadi kantor Associated Press, Aljazeera, dan media massa lainnya di Gaza. Pengeboman itu berdampak pada terganggunya liputan internasional tentang konflik yang tengah berlangsung di sana.

 Beberapa organisasi media menilai, Israel memang sengaja melakukan hal itu untuk membungkam mereka. Israel belum merilis keterangan atau pernyataan tentang serangan terbarunya ke Gaza. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas situasi di sana pada Ahad.