Serap Aspirasi dalam Grup Whatsapp "Bismillah Melayani"

Logo pasangan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi SH, MH & Hj. Dewi Khalifah SH.MH.M.Pdi. ( screenshot / Ainur Rahman/ SP)

Pemerintah Jangan Hanya Menekan Kebijakan Tapi Baca Juga Kebijaksanaan

SURABAYA PAGI, Sumenep - Serap aspirasi dalam grup Whatsapp " Bismillah Melayani" mengundang perhatian publik, grup dengan admin Faisal ER itu mengaku sebagai bentuk kepedulian terhadap pemerintahan Bupati Achmad Fauzi SH, MH dan Wakil Bupati Sumenep, Ny. Hj. Dewi Khalifah SH, MH. M.Pdi.

Sebagai Admin grup Whatsapp, Faisal mengaku, bahwa dirinya membuat grup itu pada tahun 2020 sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab. Sumenep.

"Saya buat grup itu sejak Achmad Fauzi resmi berpasangan dengan Nyai Eva, dan resmi mendaftarkan ke KPU, kurang lebih pada tahun 2020 " ungkapnya pada Surabaya Pagi, Rabu (13/10/2021).

Namun diakuinya dalam grup tersebut memang terbatas hanya untuk relawan pemenangan Pasangan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi & Hj. Dewi Khalifah, kata dia, pemimpin yang sebenarnya adalah mereka yang merasakan penderitaan rakyatnya.

Dalam group “Bismillah Melayani” adalah motto pasangan Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah pada saat pilkada 2020 tahun lalu, dan didalamnya terdiri dari berbagai unsur golongan, instansi pemerintah, pengusaha, kiai, kepala desa, masyarakat, pelajar dan mahasiswa.

Bahkan kata dia, keberlangsungan group Whatsapp “Bismillah Melayani“ sampai sekarang menjadi aspirasi wadah pengembangan birokrasi Kab. Sumenep.

" Dalam grup itu berbaur dari berbagai kalangan, semua keluhan dan aspirasi kita diskusikan bersama, kemudian disampaikan kepada pemangku kebijakan, yakni Bupati dan Wakil Bupati sumenep," tegasnya.

Kelebihan dalam grup itu sambung Faisal, didalamnya ada Wakil Bupati Sumenep, Hj. Dewi Khalifah SH, MH. M.Pdi, pensiunan ASN, Protokol Pemkab, Noer Hariri, kerapkali mengirim voice suara tentang langkah dan motivasi ASN dalam bertugas.

Menurut, Hariri pensiunan ASN, sekretaris Diskominfo kab. Sumenep dalam grup whatsapp, menyampaikan pesan bijak untuk ASN dalam berbuat jangan memihak dan takut dimutasi, bekerjalah sesuai dengan tupoksinya.

" Sebagai ASN tak perlu gentar dalam hal apapun yang menyangkut dengan bidang pekerjaannya, jangan takut dimutasi, berperilakulah yang baik dan bijak dan lebih memihak kepada kepentingan masyarakat banyak,” jelasnya.

Sementara Mantan Kepala Desa Kertasada Kecamatan Kalianget kab. Sumenep, Sabuwang dalam voice grup mengatakan, Pemerintah Kab. Sumenep jangan bikin pusing masyarakat dengan kebijakannya, seperti saat ini adanya vaksin paksa yang bikin masyarakat dikorbankan.

" Masyarakat saya ada yang meninggal setelah divaksin, jadi mari tekan kesadaran Masyarakat untuk bervaksin dengan tanpa harus dipaksa,"  jelasnya.

Lalu Admin grup whatsapp Faisal menyampaikan kutipan dari Juru bicara Vaksinasi Covid 19 kementerian Kesehatan( Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi yang menyebutkan sertifikat vaksin Covid 19 tidak menjadi syarat administrasi apapun. (AR)