Siapkan Kuota 60 Orang, Inkubasi Wirausaha Kota Mojokerto Sasar Napi dan Eks Napi

Wali Kota Mojokerto Ning Ita didampingi Kalapas Mojokerto dan Kepala BNN Mojokerto

SURABAYA PAGI COM, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak para eks narapidana yang mendapat remisi bebas di Hari Kemerdekaan bisa menjadi manusia yang mandiri dan produktif.

Ning Ita sapaan akrab Wali Kota menyiapkan kuota sebanyak 60 orang bagi eks narapidana maupun yang masih menjalani masa tahanan di Lapas Kelas IIB Mojokerto untuk diberikan pelatihan program 4P (Pelatihan, Pendampingan, Pemberian Bantuan Sarpras dan Pembentukan Koperasi) inkubasi wirausaha.

"Selama ini program inkubasi wirausaha hanya menyasar warga yang terdampak pandemi Covid-19, kini di tahun ketiga, akan kita kembangkan untuk Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) ataupun eks WBP yang sudah menghirup udara bebas," ujarnya usai menyerahkan remisi bebas kepada tiga narapidana saat upacara Hari Kemerdekaan RI Ke-77 di Kantor Pemkot Mojokerto, Rabu (17/8/2022) pagi.

Petinggi Pemkot ini berharap, pelatihan ketrampilan vokasi ini dapat menjadi bekal ketrampilan bagi WBP. Sehingga setelah keluar dari Lapas nanti, mereka bisa menjadi warga yang produktif dan mampu menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya dari jalan yang positif.

"Kalau mereka bisa menghasilkan uang melalui ketrampilan yang dimiliki, maka kemungkinan untuk terjerumus ke hal yang negatif bisa dihindarkan," cetusnya.

Disinggung terkait jenis pelatihannya, Ning Ita menyebut akan disesuaikan dengan bakat dan keminatan masing-masing peserta. Tujuannya agar pelatihan tersebut bisa tepat sasaran dan hasilnya bisa langsung di implementasikan untuk jangka waktu yang panjang.

"Akan kita lakukan peminatan, karena jenis pelatihan inkubasi jumlahnya puluhan. Mereka akan kita beri kebebasan untuk memilih tanpa pemaksaan. Karena setiap orang memiliki bakat dan passion yang berbeda-beda. Kalau sesuai passionnya, ilmu yang diberikan cepat merasuk dan bisa langsung diterapkan," tukasnya.

Masih kata Ning Ita, penentuan keminatan ini akan dilaksanakan secepatnya. Sehingga diharapkan di sisa waktu tahun 2022, kegiatan inkubasi bagi WBP dan Eks WBP bisa langsung dilaksanakan.

"Semakin cepat semakin baik, ini masih ada waktu beberapa bulan, akan kita klasifikasikan mereka berdasar keminatannnya dan setelahnya akan kita mulai inkubasi program 4P," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemayarakayan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto, Dedy Cahyadi menyambut baik tawaran Wali Kota Mojokerto ini. Pasalnya, selama ini pihaknya juga melaksanakan program pembinaan kemandirian berupa pemberian pelatihan ketrampilan bagi WBP.

"Ini juga merupakan salah satu program Lapas dalam melakukan pembinaan Kemandirian bagi warga binaan lapas saat berada di dalam dan diharapkan akan menjadi bekal disaat kembali ke masyarakat," tegasnya.

Terpisah, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya menambahkan, pelatihan inkubasi ini nantinya tidak hanya menyasar napi dan eks napi tapi juga berlaku bagi para istri napi.

"Bu Wali Kota berharap agar para istri napi yang saat ini berjuang sendiri memenuhi kebutuhan hidup keluarganya bisa dilatih ketrampilan. Agar mereka bisa membuka usaha sendiri sesuai dengan ketrampilan yang sudah dimilikinya," tukasnya. Dwi