Sistem Pembayaran Suroboyo Bus Direncanakan Bakal e-Money

Dishub dan DPRD Surabaya dari komisi C tengan membahas sistem pembayaran Suroboyo Bus untuk mempermudah masyarakat. SP/HUMAS PEMKOT SURABAYA

 

SURABAYA PAGI, Surabaya - Sampai saat ini warga mengetahui pembayaran untuk menaiki Suroboyo Bus dengan cara menggunakan sampah botol. Namun, nantinya warga dapat menggunakan tiket biasa untuk menaiki Suroboyo Bus. Namun berlaku tiket nontunai.

 Rencana tersebut saat ini tengah dalam pembahasan Dishub Surabaya dan Komisi C DPRD Surabaya.

 Selain masalah perubahan sistem pembayaran, nantinya pengelolaan dan operator Suroboyo Bus juga akan di bawah Badan Layanan Umum Milik Daerah (BLUD).

 Bahkan bus nyaman plat merah itu juga akan berubah menjadi plat kuning. Dengan plat kuning bisa memberlakukan tarif. Namun besaran tarif tetap murah.

”Sedang kita bahas agar warga bisa dengan mudah memanfaatkan angkutan masal. Operator Suroboyo Bus nanti tidak langsung di bawah Dishub. Tapi BLUD,” kata William Wirakusuma, kemarin.

Rencanan perubahan sistem pembayaran Suroboyo Bus tersebut dikarenakan animo masyarakat naik Suroboyo Bus yang terus meningkat. Sementara pembayaran Suroboyo Bus hanya dengan sampah botol plastik.

 Hal tersebut membuat warga sedikit kesulitan untuk mengumpulkan sampah botol plastik. Selain itu, tempat penukaran botol juga belum banyak.

 William menandaskan bahwa pengembangan transportasi umum di Kota Surabaya kedepan harus lebih baik. Proses pembentukan BLUD untuk Suroboyo Bus itu akan dipercepat.

 Dengan BLUD dan tiket terbuka akan menambah PAD Surabaya. Akan ada kenaikan retribusi di bidang transportasi. Namun untuk bisa menaikan retribusi, Suroboyo Bus harus berubah dari plat merah ke plat kuning.

Dalam perubahan pengelolaan tersebut nantinya ada perubahan sistem dalam pembayaran. Perubahan sistemnya ada di pembayaran e-money. Hal itu sudah diusulkan agar masyarakat bisa abonemen.

Sementara itu, kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajat mengatakan, untuk sistem pembayaran nantinya ada subsidi dari pemerintah pusat. Penumpang nanti akan menggunakan sistem non tunai atau cashless.sb1