Siswa SMAN 1 Turen Kabupaten Malang Siap Sebagai Garda Pertama Wujudkan Kesehatan Remaja

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 09 Nov 2023 17:03 WIB

Siswa SMAN 1 Turen Kabupaten Malang Siap Sebagai Garda Pertama Wujudkan Kesehatan Remaja

i

Kamis (26/10/2023),  52 siswa SMA Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, mengikuti kegiatan pelatihan peer educator (educator sebaya) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga di SMA Negeri 1 Turen. 

SURABAYAPAGI.COM, Malang- Kamis (26/10/2023), sebanyak 52 siswa SMA Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, mengikuti kegiatan pelatihan peer educator (educator sebaya) yang diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga di SMA Negeri 1 Turen. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat dari program HEY (Health Educator for Youth) yang diketuai oleh Prof. Ira Nurmala, S.KM., M.PH., Ph.D. Program ini dibentuk secara khusus untuk menjembatani komunikasi pada remaja SMA oleh teman sebaya. 

Para remaja yang tergabung dalam HEY dilatih untuk menggunakan website yang berisi materi edukasi dengan harapan selanjutnya mereka dapat membantu dan mengedukasi teman sebayanya seputar kesehatan fisik, mental dan sosialnya. Pelatihan HEY diadakan di SMA Negeri 1 Turen sebagai salah satu Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) yang merupakan program BKKBN untuk mencegah perilaku berisiko pada remaja.

Baca Juga: 5 TPS di Malang akan Lakukan PSU

 

FGD dengan stakeholder terkait.

Kegiatan diawali dengan Focus Group Discussion (FGD) pada Jum’at (15/09/2023), yang dilakukan antara stakeholder terkait yaitu tim HEY FKM UNAIR, BKKBN Kabupaten Malang, DP2KB Kabupaten Malang, dan guru dari SMAN 1 Turen. FGD dilakukan untuk melihat permasalahan remaja di Kabupaten Malang, khususnya di SMAN 1 Turen. Hal ini dilakukan agar materi edukasi yang ada di website dapat diperbarui, sesuai dengan permasalahan.

Pelatihan dilakukan dengan metode edutainment, yaitu metode yang menggabungkan edukasi dengan entertainment (hiburan). Penerapan metode ini dipilih menurut studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa remaja cepat merasa bosan apabila edukasi dilakukan dengan metode ceramah. Metode ini memungkinkan remaja untuk tetap teredukasi sambal bersenang-senang (bermain). Siswa diberikan materi tentang permasalahan remaja yang terjadi di kabupaten Malang yang disampaikan oleh Dr. Lutfi Agus Salim, S.KM., M.Si., rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat dan program HEY oleh Prof. Ira Nurmala, S.KM., M.PH., Ph.D., dan simulasi penggunaan website HEY oleh Dr. Muthmainnah, S.KM., M.Kes.

“Dengan adanya program ini, remaja (siswa), dapat menjadi konselor teman sebaya untuk temannya masing-masing, menjadi role model, mengedukasi dan dapat berdiskusi seputar permasalahan kesehatan remaja”. Prof. Ira menyampaikan esensi dari program HEY agar remaja dapat menularkan kebahagiaan dan semangat untuk sehat, sesuai dengan slogannya yaitu “Keep moving forward with a smile and positive attitude”.

 

Penyampaian materi tentang permasalahan remaja di Kabupaten Malang.

Setelah pelatihan, siswa mengikuti kegiatan ice breaking. Kegiatan ini dilakukan dengan metode yang sama agar para siswa tetap teredukasi. Para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ice breaking, yaitu Menyusun puzzle tentang topik-topik kesehatan remaja. Setelah disusun, para siswa yang terbagi dalam 8 kelompok, mempresentasikan hasil kelompoknya dan diberikan feedback.

Pada (03/11/2023), dilaksanakan pertemuan online untuk membahas kendala-kendala yang dialami oleh siswa dalam mengakses materi di website. Dilakukan juga kontrol untuk mengetahui sejauh mana siswa dapat menyelesaikan target ditentukan.

Baca Juga: Satgas Pangan Malang Cek Bapok Jelang Ramadhan

Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan penghargaan kepada siswa-siswa yang dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik. Kelompok yang memiliki poin tertinggi dan siswa yang memiliki poin tertinggi mendapat hadiah. Selain itu, dilakukan juga ice breaking edutainment untuk melatih kekompakan sekaligus edukasi kepada siswa.

 

Siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, sehingga dapat mencegah remaja melakukan perilaku berisiko. Remaja dilatih untuk bertanggung jawab akan dirinya masing-masing dan mengisi masa remajanya dengan kegiatan yang positif dan menyenangkan.

Kegiatan ini juga sebagai perwujudan kolaborasi antar stakeholder untuk mewujudkan remaja yang sehat fisik, mental dan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditutup dengan penghargaan kepada siswa-siswa yang dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik pada Rabu (08/11/2023). Kelompok yang memiliki poin tertinggi dan siswa yang memiliki poin tertinggi mendapat hadiah.

Baca Juga: Dukung Zero Emisi, Polresta Terima Sertifikat Dekarbonasi Partner dan Pohon dari Pertamina

Kepala Sekolah SMAN 1 Turen, Eny Retno Diwati, M.Pd menyebutkan bahwa “Kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat untuk remaja, siswa-siswa SMAN 1 Turen. Banyak materi pembelajaran yang didapatkan oleh siswa sehingga siswa dapat mencegah dirinya dari perilaku berisiko.Diharapkan siswa-siswa dapat melanjutkan mengedukasi teman sebayanya dan adik-adik kelasnya, dan diharapkan juga program ini dapat dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya”.

Selain itu, dilakukan juga ice breaking edutainment untuk melatih kekompakan sekaligus edukasi kepada siswa. Sebelum ditutup, salah satu siswa menyampaikan kesan dan pesan yang dirasakan selama mengikuti program.

Penutupan acara pengabdian masyarakat.Penutupan acara pengabdian masyarakat.

Menurut Reyhan (Ketua MPK, SMAN 1 Turen) program yang dilakukan bagus, mengedukasi, dan seru karena dilakukan secara entertainment (bermain). Lalu, Reyhan juga menyampaikan masukannya untuk website HEY agar bisa didesain lebih menarik dari segi warna dan dikembangkan untuk mendukung anak-anak spesial.

Kegiatan pelatihan ini, diharapkan dapat dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, sehingga dapat mencegah remaja melakukan perilaku berisiko. Remaja dilatih untuk bertanggung jawab akan dirinya masing-masing dan mengisi masa remajanya dengan kegiatan yang positif dan menyenangkan. Kegiatan ini juga sebagai perwujudan kolaborasi antarstakeholder untuk mewujudkan remaja yang sehat fisik, mental dan sosial.ira

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU