SMAN 2 Sidoarjo Diduga Mewajibkan Beli Kain Seragam Sekolah

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Investigasi ke lembaga pendidikan terkait dugaan jual beli seragam sekolah menemui jalan buntu pada Senin (20/12)

Penerimaan peserta didik baru tahun 2021 di SMA Negeri 2 Sidoarjo menyisakan persoalan sampai saat ini, bahkan terkesan tidak mengindahkan instruksi Gubernur Jawa Timur  Khofifah Indar Parawansa. 

SMAN 2 Sidoarjo terkesan menutupi persoalan yang nyata  dan sesuai fakta dan telah diduga melakukan praktik jual beli  kain seragam  (kain 1 setel abu2 putih  1 stel kain batik  satu stel kain pramuka 1 stel kaos olahraga) yang mana kejadian  bermula pada pendaftaran peserta didik baru tahun ajaran 2021.

Senin (20/12) pagi pukul 08.56 wartawan harian Surabaya Pagi  menghadap  ke humas SMAN 2 Sidoarjo saudara Diduk  untuk meminta klarifikasi terkait dugaan praktik jual beli kain seragam  tersebut.

Namun kedatangan wartawan harian Surabaya Pagi untuk meminta klarifikasi seakan tak ditanggapi, bahkan terkesan tidak menghiraukan dan meninggalkan sembari mengatakan tidak tahu apa-apa serta dengan  emosi menjawab tidak mau diklarifikasi. 

Mengutip  pernyataan dari  Gubernur Jawa Timur kepada kepala Dinas SMA negeri, SMK Negeri atau Swasta pada bulan lalu di balai Grahadi, Gubernur atau kepala Dinas menginstruksikan atau melarang jual beli seragam dengan harga yang  tidak sesuai dengan harga di pasaran, karena dinilai sangat  merugikan salah satu pihak.  

Sekolah yang berbasis Negeri  baik  SD, SMP, SMA maupun SMK  Negeri dilarang melakukan jual beli dalam bentuk apapun baik  melalui koperasi maupun secara sukarela. Hal seperti itu  hanya alibi atau  modus saja

Wartawan Surabaya Pagi  menerima informasi ini berdasarkan dari beberapa narasumber yang tidak mau disebutkan namanya. team