Stafsus BUMN Janji Tambah 15 Ribu Sasaran Dana Bantuan PNM Mekaar Kota Mojokerto

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Mojokerto mendapat angin dari Kementerian BUMN.

Tahun ini, kementerian yang digawangi Erik Thohir ini bakal menambah jatah penerima bantuan pinjaman modal sebanyak 15 ribu orang.

Itu diungkapkan Staf Khusus Kementrian BUMN, Arya Mahendra Sinulingga saat meninjau Pasar Rakyat dan Bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) BUMN di Parkir Timur Sunrise Mal Kota Mojokerto, Sabtu (25/6/2022).

"Tahun ini jumlah penerima pendanaan dan permodalan Program Mekaar BUMN Permodalan Nasional Madani (PNM) Kota Mojokerto akan kita tambahi 15 ribu orang. Pemkot silahkan ajukan datanya, pasti akan kita bantu," janjinya.

Program Mekaar ini, kata Arya telah diberikan kepada 9 ribu ibu-ibu prasejahtera di Kota Mojokerto. Nilainya variatif sebesar Rp.2 juta – Rp.9 juta dan diberikan tanpa jaminan apapun.

"Kalau ada yang minta jaminan, silahkan laporkan, pasti akan kita pecat Kepala PNM nya," ancam Arya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menyambut baik tawaran dari Stafsus Kementerian BUMN ini.

Secepatnya Ia akan berkoordinasi dengan rumah BUMN yang ada di Mojokerto untuk mengajak UMKM Kota Mojokerto agar naik kelas.

"Terima kasih atas kesempatan dan tawaran yang diberikan untuk warga kami. Akan kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat yang butuh pinjaman modal serta mengasah kemampuannya melalui pelatihan bisnis," ujarnya.

Masih kata Ning Ita, Pemkot Mojokerto juga telah menggelontorkan pundi APBD nya untuk pelatihan inkubasi wirausaha warga terdampak pandemi Covid-19 melalui program 4P yakni Pelatihan, Pendampingan, Permodalan serta Pembentukan Koperasi.

"Sudah ada hampir 2 ribu inkubator yang lahir dari inkubasi dalam rangka pemulihan ekonomi. Tahun 2019 kemarin, pertumbuhan ekonomi kita sempat mengalami resesi minus 3,69 persen akibat Covid-19. Namun berkat kerja keras dan sinergitas maka pertumbuhan ekonomi di Tahun 2021 berangsur pulih dan mengalami kenaikan menjadi 3,65 persen," bangganya.

Masih kata Ning Ita, Pemkot Mojokerto juga telah mengalokasikan 68 persen APBDnya untuk belanja Pengadaan Barang dan Jasa dari UMKM lokal. Ini menindak lanjuti instruksi Presiden Jokowi untuk mencintai produk-produk tanah air.

"Sampai dengan bulan Mei, sudah 27 persen yang terserap," pungkasnya.

Sekedar informasi, Pasar Rakyat dan Bazar UMKM BUMN di Kota Mojokerto ini menyediakan 4.000 paket sembako murah seharga Rp. 65 ribu dari harga normal Rp. 107 ribu bagi masyarakat prasejahtera dan pelaku UMKM. Paket terdiri dari beras seberat 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskouperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya. Dwi