Strategi Jitu Tingkatkan Perekonomian Jatim di Era Pandemi

Pelaksana Harian (Plh) Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono didampingi Kepala Dinas PMP TSP, Aris Mukiyono dalam Forum Bisnis dan Percepatan Realisasi Investasi di Jawa Timur yang diselenggarakan di Hotel JW. Marriott Surabaya, Selasa, (30/11).

Forum Bisnis dan Percepatan Realisasi Investasi di Jatim 2021

 

SURABAYA PAGI, Surabaya - Untuk meningkatkan kinerja investasi dan percepatan realisasi investasi di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jatim berkolaborasi bersama Bank Indonesia Jawa Timur menggelar Forum Bisnis dan Percepatan Realisasi Investasi di Jatim 2021. Gelaran forum ini diharapkan menjadi strategi jitu dalam rangka meningkatan perekonomian Jawa Timur dalam era pandemi.

Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Heru Tjahyono mengatakan, Investasi merupakan salah satu indikator penting yang menjadi salah satu penentu pembangunan daerah, investasi berpengaruh terhadap pembangunan juga berkorelasi positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Hal ini dikarenakan peningkatan investasi akan memberikan peran besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi daerah.

Heru mengungkap, Jawa Timur merupakan provinsi strategis dalam konstelasi nasional dengan luas wilayah 47.799,75 km2. Jumlah penduduk Jawa Timur sebanyak 40,67 juta jiwa dimana Jawa Timur berada dalam masa bonus demografi karena 71,65% merupakan usia produktif (15-64 tahun).

"Jadi walau masih diterpa pandemi, Alhamdulillah kinerja ekonomi makro Jawa Timur Triwulan III Tahun 2021 menunjukkan pertumbuhan ekonomi positip, sebesar 3,23 persen (y-on-y)," tutur mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim itu, Selasa, (30/11)

Artinya lanjut Heru, mesin ekonomi Jawa Timur berjalan progresif, semua lapangan usaha mengalami pertumbuhan walau masih diterpa pandemi covid19, dengan tingkat inflasi yang mampu dikendalikan di bulan Oktober 2021 sebesar 0,18 persen. Kestabilan ekonomi yang kokoh menjadi energi positip bagi Jawa Timur bangkit.

Dari kinerja investasi, Triwulan III 2021 Jawa Timur menembus 18 Trilyun, PMA sebesar 5,4 Trilyun (27,8 %) dan PMDN sebesar 12,6 Trilyun (72,2 %) dan ini mengalami pertumbuhan 15,6 persen (y-on-y) sementara nasional tumbuh 3,7 persen. Tentu ini menjadi angin segar, bahwa Jawa Timur masih menjadi daerah yang menarik dan layak untuk berinvestasi.

Disisi lain Jawa Timur merupakan business center bagi Kawasan Timur Indonesia. Oleh karena itulah, Jawa Timur sesungguhnya berperan sebagai penghubung (hub) Indonesia Bagian Timur dan penyangga stok pangan nasional bagi Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengurai tentang salah satu upaya proaktif promosi investasi, adalah langkah untuk menyediakan informasi potensi dan peluang investasi melalui Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang merupakan ujung tombak promosi investasi. Dengan IPRO calon investor mampu melihat profil kedepan investasi dimaksud.

Menurut dia, kegiatan promosi investasi diharapkan akan mampu mengakselarasi pembangunan daerah, melalui pembangunan infrastruktur maupun bangkitan pusat-pusat ekonomi baru serta proyek-proyek lainnya sebagaimana tertuang pada Perpres 80 Tahun 2019.

Mantan Bupati dua Periode Tulungagung itu juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan mendalam kepada Bupati/Walikota penerima Invesment Award 2021. Hal tersebut, kata dia  merupakan salah satu tolok ukur untuk mengetahui kinerja investasi daerah maupun perusahaan PMA dan PMDN di Jawa Timur, sehingga diharapkan mampu mengakselerasi peningkatan realisasi investasi di berbagai daerah di Jawa Timur.

Tak lupa Heru juga mengajak kepada semua perusahaan PMA maupun PMDN yang sudah beroperasi di Jawa Timur untuk tertib administratif mencatatkan kinerja penanaman modal melalui LKPM (Laporan Kinerja Penanaman Modal) secara online, agar kinerja investasi di Jawa Timur dapat diketahui secara riil. DPMPTSP Provinsi Jatim dan DPMPTSP

"Karenanya saya berharap bahwa pertemuan pada hari ini dapat meningkatkan terbangunnya komunikasi yang sinergis melalui forum bisnis yang menarik dan saling menguntungkan untuk membangun Jawa Timur kedepan. Kami mengundang Bapak/Ibu Calon Investor untuk datang, berinvestasi di Jawa Timur. Investasi di Jawa Timur pasti untung." pungkasnya.

Pada kesempatan ini juga diserahkan penghargaan investment award dengan beberapa klaster. Klaster pertama dengan PDRB lebih dari Rp. 100 Triliun diberikan kepada Pemkab Sidoarjo sebagai juara pertama, Pemkab Gresik juara kedua dan Pemkot Kediri juara ketiga.

Klaster kedua dengan klasifikasi PDRB antara Rp. 50-100 Triliun diberikan kepada Pemkab Malang sebagai juara pertama, Pemkab Banyuwangi juara kedua dan Pemkab Bojonegoro sebagai juara ketiga. Sementara klaster ketiga dengan PDRB antara Rp. 5-50 Triliun diberikan kepada Pemkab Lamongan sebagai juara pertama, Pemkab Magetan sebagai juara kedua dan Pemkab Ngawi sebagai juara ketiga.

Selain kepada kabupaten/kota, Invesment Award juga diberikan kepada PMA, yaitu Juara pertama diberikan kepada PT. Paiton Energy Kab. Probolinggo, Juara kedua PT. Smelting Kab. Gresik dan Juara ketiga PT. Green field Kab. Malang. Sedangkan untuk PMDN, Invesment Award diberikan kepada PT. Solusi Bangun Indonesia, Tbk Tuban sebagai juara pertama, lalu PT Tirta Fresindo Jaya Kab. Pasuruan sebagai juara kedua dan juara ketiga kepada PT. New Minatex Kab. Malang

Sementara itu, Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu satu pintu (cek ya), Aris Mukiyono mengungkap tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kinerja investasi Jawa Timur dan meningkatkan minat calon investor untuk berinvestasi di Jawa Timur.

"Selain itu juga menawarkan Investment Project Ready to Offered (IPRO) yang clear and clean serta meningkatkan sinergi dan kolaborasi bisnis antara Perusahaan Besar, Menengah dengan Usaha Kecil-Mikro serta PMA dengan PMDN, ujarnya.

Masih menurut Aris, kegiatan ini hadapannya bisa menjadi ajang promosi investasi yang periodik dan berkesinambungan melalui penyediaan Investment Project Ready to Offered (I-PRO) yang berkualitas dan sesuai kondisi riil serta terbangunnya komunikasi dan audiensi bisnis yang menarik antara owner project, calon investor dan pemerintah.

"Yang utama adalah dapat megningkatkan kinerja investasi di Jawa Timu, "jelas Aris.

Masih kata Aris, acara tersebut juga menghadirkan sejumlah nara sumber di mereka;  Bupati Ngawi  Ony Anwar Harsono,  Bupati Malang H. M. Sanusi, Bupati Lamongan  Yuhronur Efendi,  Bupati Sidoarjo,  Ahmad Muhdlor Ali, serta Kepala Bank Indonesia Jatim  Budi Hanoto.

Hadir  dalam acara tersebut secara langsung, Bupati/Walikota Nominator Investment Award,  Perwakilan Bank Indonesia Prov. Jawa Timur, OPD terkait Provinsi Jawa Timur ; KADIN dan HIPMI JATIM, Perusahaan PMA dan PMDN di Jatim, DPMPTSP Kab/Kota se Jatim' Konjen Jepang, Konhor Inggris atau yang mewakili. Kemudian, Perwakilan OPOP Jatim, serta BUMD/BUMN di Jatim

Sementara peserta online/daring adalah, Indonesia Investment Promotion Centre/IIPC (Australia, Korea Selatan, Jepang, Singapore), Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Luar Negeri (Beijing, Singapore, dan Tokyo), Ketua HIPMI Provinsi Se-Indonesia, Ketua KADIN Provinsi Se-Indonesia. arf