Suami Kades Wates Tani Diduga Mendanai Judi Sabung Ayam dan Capjiki

Lokasi judi sabung ayam dan capjiki desa, Wates Ngulung Pasuruan

SURABAYAPAGI.COM, Pasuruan - Ratusan penjudi sabung ayam yang berada di kalangan Sabung Ayam Wates ramai bergemuruh menjadi suporter melihat ayam jagoannya bertarung di kalangan sabung ayam dengan harapan kemenangan dan bisa mendapatkan uang dari hasil judinya.

Di masa Pademi Covid 19  tidak menjadi masalah bagi ratusan penjudi ayam yang berantusias setiap hari mencari uang untuk datang membawa ayam jagoannya di pertarungkan di kalangan sabung ayam di Desa Wates Tani Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Rabu 27/10/2021.

Berdasarkan hal tersebut praktek sabung ayam  merupakan perbuatan melawan hukum dan bisa diancam dengan hukuman pidana. Undang-undang  Perjudian No. 7 Tahun 1974 menegaskan bahwa, setiap bentuk kegiatan perjudian adalah merupakan tindak pidana dan diancam dengan hukuman pidana.

Dari pantauan tim investigasi media Surabaya pagi com. Judi sabung ayam  dan judi capjiki ini di area yang tidak jauh dari masjid desa Wates tani ini beromzet puluhan juta rupiah perhari, tamu yang hadir ratusan bahkan tidak sedikit oknum yang antri menunggu jatah preman antara Rp 30.000 - Rp 50.000 per oknum.

Sudah  lebih dari 3,5 tahun kalangan judi sabung ayam dan capjiki di sini beroperasi lokasinya berdekatan dengan pemukiman warga dan masjid. "saya sebagai warga resah dengan keributan suara dan kendaraan berlalu lalang apalagi para penjudi banyak yang bukan warga sini, "celetuk beberapa ibu ibu warga sekitar yang takut di sebutkan namanya kepada tim investigasi media.

Diduga sobikh mendanai judi capjiki dan sabung ayam di wilayah Desa Watestani Kecamatan Nguling dan Sobikh sendiri suami Ibu Kepala Desa Wates Tani periode sekarang. 

Sofiyah kepala desa Watestani sampai berita ini tayang tidak bisa di hubungi. Bersambung. Akb