Sukses Bangun Kursus Bahasa Inggris Fastco

Ahmad Setio Widodo bersama guru dan siswa di tempat belajar Fastco, Blora. SP/ KDS

SURABAYAPAGI.com, Kudus - Berbekal kursus bahasa di Pare, Kediri dan University of Kansas membuat Ahmad Setio Widodo semakin percaya diri dan akhirnya sukses membangun kursus bahasa Inggris Fastco di Blora. Siswanya pun mulai dari anak-anak sampai sampi orang dewasa. Dari kalangan wiraswasta sampai pegawai pemerintahan.

Awal mula belajar bahasa Inggris tidak mudah. Butuh keseriusan dan kedisiplinan. Setelah beberapa bulan belajar bahasa Inggris secara intensif. Akhirnya mulai mampu berbicara bahasa Inggris. Meski jauh dari kata sempurna.

“Awal mula tertarik bahasa Inggris ketika saya mendapat kesempatan untuk kuliah gratis oleh paman saya di Cirebon. Saat itu ambil jurusan bahasa Inggris,” ucapnya.

“Selain itu, saya mengikuti nasehat temen-temen yang sudah bisa berbahasa Inggris. Kemudian saya mempraktikkan. Saat itu saya didampingi teman yang pintar bahasa Inggris. Alhamdulillah bisa saya rasakan sampai saat ini,” tambahnya.

Selain itu, dia juga ikut dalam organisasi kampus Inggris. Sehingga dia lebih mudah mencari teman dan berlatih bahasa Inggris. Dan selama enam bulan di University of Kansas Amerika Tengah, dia mendapat banyak pelajaran. Mulai kedisiplinan waktu, metode belajar bahasa Inggris, mengasah kemampaun, dan lainnya.

Menurutnya, di Amerika, metode mengajarnya beda dengan di Indonesia. Di sana, membuat bagaimana siswa lebih antusias belajar. Sehingga belajar bisa dari kemauan diri sendiri. Sebab belajar tidak bisa dari paksaan orang lain. Selain itu karakter itu terbentuk oleh metode yang diajarkan dan peraturan di kampus sangat ketat.

Setelah pulang dari Amerika, ayah dari Ahmad Tsaqif Rayyan Athariz ini fokus menyelesaikan sekripsi dan wisuda. Sempat ingin melanjutkan kuliah S2 di Australia. Namun saat tiba di Blora, hati kecilnya terpanggil untuk ikut mencerdaskan anak-anak Blora soal bahasa inggris.

Selama Tujuh tahun berdiri, sudah ribuan yang pernah belajar dari Fastco. ”Pengajar saat ini ada lima orang. Sehari ada 15 kali pertemuan. Sekali pertemuan 15 orang. Sekarang maksimal 8-10 orang. Mulai jam 08.30-20.00. Pelajaran selama 01.30 menit,” tambahnya.

Dia ingin mendorong orang Blora bisa memiliki daya saing dan posisi tawar saat bekerja di tempat sendiri. Sehingga mereka ikut berpartisipasi dalam mengelola SDA yang ada. Sekarang bahasa Inggris jadi kebutuhan bahasa sehari-hari.

”Mengajar bahasa inggris itu menyenangkan dan bermanfaat. Untuk para pelajar, belajar bahasa Inggris itu mudah. Namun tergantung metodenya. Semakin menyenangkan akan semakin mudah dan menarik untuk dipelajari. Harapannya, semakin banyak orang yang bisa berbahasa Inggris, sehingga akan semakin mudah Blora menjadi kota berkembang,” ucapnya. Dsy2