Sukses Berbisnis Kuliner dan Olahan Kue Bermonzet Belasan Juta

Pinisri, pengusaha kuliner dan kue. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Salah satu pengusaha kuliner dan olahan kue kering Kabupaten Banyuwangi Pinisri, di tengah wabah pandemi Covid-19 yang membuat UMKM turun drastis namun ia masih tetap eksis dalam bisnisnya tersebut.

Namun kesuksesannya tersebut bermula dari ketidaksengajaannya. Ketika itu, sedang dimintai bantuan membuat aneka kue sebagai persiapan acara maulid di masjid desanya. Ia mengingat waktu itu, hanya membutuhkan uang Rp 5 ribu untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kue donat.

Ia pun juga berhasil membuat kue donat, tak lantas ia nyaman atasnya. Ia terus ulet belajar dan memodifikasi dalam setiap produk kuliner yang ia produksi. Tak khayal ada beberapa olahan kreatif di tokonya, mulai dari kerupuk lidah buaya, rempeyek pakis, kerupuk bonggol pisang, mie lidah buaya, mie buah naga, sampai mie yang terbuat dari aneka sayuran. Ia  menukaskan hanya konsentrasi dalam pembuatan kue saja, mampu membeli satu unit sepeda motor ketika itu. 

Padahal ketika itu, banyak juga teman-teman yang ada di desanya lebih ahli dalam membuat aneka kue. “Alhamdulillah saya berhasil membuat kue dan kata tetangga rasanya enak. Akhirnya, para tetangga banyak pesan kue donat buatan saya. Waktu pertama kali, saya jual kue itu per biji Rp 1.500,-. Sampai beredar dari mulut ke mulut bahwa, kue donat buatan saya rasanya enak,” katanya.

Keuntungannya adalah warga sekitar yang mampu membuat kue tidak semuanya berani dalam melakukan pemasaran. Tekad pinisri tak pernah pudar untuk terus bersemangat dalam merintis usaha kuliner dan memasarkannya. 

Proses pemasarannya pun masih sederhana, dengan menunggu pesanan. Selain itu, ia membuka toko di kediamannya. Juga tak pernah sepi ia menerima pesanan kiriman di luar kota, mulai; Jember, Malang, sampai Surabaya dengan mekanisme kulakan. 

Saat ini pun berkat bisnis yang ia jalankan, Pinisri sudah mampu meraup untung hingga beromzet Rp 16 juta per bulan. Selain dengan pelatihan-pelatihan yang diberikan setiap tahun, ia juga menjelaskan peran pemerintah dalam peningkatan  wisata di Kecamatan Songgon yang sudah terbranding dengan baik. Sehingga, tak pernah sepi dari kunjungan wisatawan lokal, nasional sampai mancanegara.

Tak hanya itu, selain berbisnis, Pinisri juga mengasuh 13 anak yatim warga desa sekitar yang didominasi masih duduk di Sekolah Dasar (SD) dengan menanggung segala biaya hidup dan pendidikan mulai tahun 2014 sampai sekarang. Dalam setiap bulan ia mengagendakan doa bersama anak yatim, agar senantiasa diberikan kesalamatan dalam usahanya dan selalu diberikan kesehatan. Dsy9