Sultan Hamengku Buwono X : Mafia Migor itu Orang Serakah

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberi sambutan peringatan hari Kartini.

SURABAYAPAGI.COM, Jogjakarta- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menilai  Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Indrasari Wisnu Wardhana dan tiga bos kelapa sawit, adalah orang serakah. Keempat tersangka kasus ekspor bahan baku minyak goreng, kini ditahan Kejaksaan Agung.

“Kalau dia memang punya keserakahan, akhirnya dia dipidana, ya sudah konsekuensinya itu saja, tegakkan hukum,” kata Sri Sultan kepada media setelah menghadiri peringatan Hari Kartini di Yogyakarta, Kamis (21/4).

 

Manfaatkan Kesulitan Negara

Sri Sultan juga mendukung penegak hukum untuk menindak tegas mantan Dirjen Indrasari dan tiga bos kelapa sawit. Apalagi sudah sangat jelas bahwa mereka sudah memanfaatkan situasi negara yang sedang kesulitan untuk mencari keuntungan pribadi.

“Itu jelas kepentingan sendirinya luar biasa, wong Indonesia kesulitan kok masih cari ruang untuk sesuatu yang melanggar hukum,” tegasnya.

Kendati satu per satu mafia minyak goreng mulai ditangkapi, namun Sultan memprediksi harga minyak akan tetap naik. Sebab, kenaikan harga minyak goreng memang disebabkan oleh tingginya harga minyak dunia.

“Yang bisa pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah bisa  mengatur dan menjaga bagaimana supaya inflasi yang terjadi tidak terlalu tinggi, sehingga harga-harga kebutuhan masyarakat masih terkendali.

“Brarti apa, pasokan untuk kebutuhan hidup yang pokok, sembilan kebutuhan pokok harus tersedia, jangan sampai tidak ada. Sehingga menjaga inflasi serendah ini jadi sesuatu yang sangat penting,” ujarnya. n jg, bin