Sumber Daya Alam Indonesia Sudah Dikuasai Asing

Akun Twitter @Ronnie_Rusli yang sengaja di-private.

Prof UI Ronnie H. Rusli. MS. PhD. Temukan

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seorang Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Ronnie H. Rusli. MS. PhD., mengungkapkan, bahwa Indonesia saat ini sudah tidak kaya dalam sisi sumber daya alam (SDA).

Pernyataan tersebut diungkapkan Profesor Ronnie H. Rusli melalui akun Twitter @Ronnie_Rusli, Jumat (1/10/2021).

Menurut Profesor Ronnie, saat ini sumber daya alam yang ada di dalam negeri tidak dikuasai oleh pemerintah RI, tapi asing.

"Jangan lagi ada yang bilang Indonesia negara kaya akan SDA," tegas Profesor Ronnie. "Artinya ngomong itu nggak tahu keberadaan tambangnya yang sudah dimiliki asing," sambungnya.

Tak hanya itu, begitu pula dengan minyak dan gas bumi.

Sementara PT Pertamina tak memiliki dana untuk melakukan eksplorasi migas baik di dalam maupun luar negeri. "Kalau migas sudah habis, Pertamina nggak punya dana untuk explorasi atau pencarian Migas di DN atau LN," jelasnya.

Litbang Surabaya Pagi mencatat, sumber daya alam hasil tambang di Indonesia meliputi minyak bumi, bauksit atau bijih aluminium, batu bara, besi, timah, emas, tembaga, nikel, marmer, mangan, aspal, belerang, dan yodium.

Sedang hutan di wilayah Indonesia diakui sebagai hutan terluas ketiga di dunia. Luas hutan Indonesia sekitar 99 juta hektar yang membentang dari Indonesia bagian barat sampai bagian timur.

Akan tetapi, luasan hutan di Indonesia semakin mengalami penurunan selama ini. Laju kerusakan hutan Indonesia sekitar 610.375,92 hektar per tahun dan tercatat sebagai tiga terbesar di dunia.

Padahal potensi hutan Indonesia sangat besar, mencakup kayu dan semua makhluk yang mendiami hutan. Keanekaragaman hayati yang berada di hutan bermanfaat dan berperan penting dalam keseimbangan lingkungan hidup.

Selain itu, Indonesia dikenal negara maritim. Sebagian besar wilayah Indonesia terdiri dari lautan. Lautan di wilayah Indonesia kaya berbagai jenis ikan. Sumber daya alam laut berupa biota laut, tambang minyak lepas pantai dan pasir besi.

Potensi ikan laut Indonesia mencapai 6 juta ton per tahun. Potensi laut Indonesia berada di urutan keempat pada 2009 di dunia.

Sedang minyak bumi (petroleum) masih digunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik di Indonesia. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagian menggunakan minyak bumi untuk menghasilkan listrik.

Potensi minyak bumi di Indonesia terus mengalami penurunan setiap tahunnya. Maka dari itu, Indonesia melakukan impor minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri.

 

Cadangan Gas Alam

Sementara Potensi gas alam di Indonesia sangat banyak. Diperkirakan cadangan gas alam Indonesia sekitar 2,8 triliun meter kubik. Cadangan gas alam Indonesia hanya 1,5 persen dari cadangan gas alam dunia.

Dengan sumber daya alam berupa gas alam sebesar itu, menjadikan Indonesia sebagai negara pengekspor gas alam terbesar di dunia. Negara tujuan ekspor gas alam Indonesia adalah Jepang, Korea, Taiwan, China dan Amerika Serikat.

Lalu, Batu bara adalah bahan bakar fosil yang terbentuk dari tumbuhan yang mati yang tertimbun selama jutaan tahun. Lapisan itu terputus dari udara langsung dan mendapat tekanan terus menerus dari lapisan di atasnya.

Negara Indonesia adalah penghasil batu bara terbesar kelima di dunia. Indonesia menjadi negara pengekspor batu bara terbesar di dunia karena masih minimnya pemanfaatan batu bara di dalam negeri.

Negara tujuan ekspor batu bara Indonesia adalah Hongkong, Taiwan, China, Korea Selatan, Jepang, India, Italia dan negara Eropa lainnya.

Batu bara juga dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam sektor pembangkit listrik. n er, b,07