Surabaya akan Optimalkan Transportasi Bus untuk Warga

Bus Suroboyo melintas di Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (27/5). SP/Patrik Cahyo

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya siap mengoperasikan 120 bus baru pada Desember 2021. Bus tersebut merupakan hibah dari Pemerintah Pusat dengan konsep buy the service (BTS).

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajad ketika pada Kamis (27/5/2021). "Insya Allah akhir tahun ini bisa beroperasi," tuturnya.

Tidak hanya mendapatkan hibah, namun Pemkot Surabaya juga menerima enam rute usulan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dari enam rute untuk 120 bus itu, nantinya setiap rute masing-masing dilewati 20 bus.

Tambahan rute itu diharapkan mampu melayani seluruh warga Kota Surabaya. Sebab, rute itu menjangkau semua wilayah. Otomatis, antarkesediaan bus setiap halte akan lebih pendek. "Kalau sekarang 30 menit, mungkin nanti bisa 10 sampai 15 menit," jelasnya.

Bus tersebut rencananya akan disinergikan dengan Surabaya Bus dan angkot atau angkutan kota. Sebelumnya angkot direncanakan sebagai feeder atau pengumpan bagi warga Surabaya untuk lebih aktif menggunakan transportasi publik. “Untuk sistem pembayaran, akan ada  subsidi dari Pemerintah Pusat dan sebagian dari penumpang yang menggunakan sistim non-tunai,” jelas dia.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan bahwa Surabaya akan mendapat hibah 126 bus dari Pemerintah Pusat. Untuk itu,  Pemkot Surabaya akan melakukan peremajaan angkot atau mikrolet. Peremajaan tersebut dilakukan melalui beberapa aspek.

”Driver angkot akan digaji bulanan. Jadi mereka bukan lagi punya uang berdasar berapa jumlah penumpang yang didapat, tapi sudah masuk gaji bulanan dari Pemkot Surabaya,” tutur Eri di Universitas Airlangga Surabaya.

Saat ini, Eri mencatat ada 4 ribu driver angkot di Surabaya. Dari jumlah itu, Eri memastikan mereka akan mendapatkan gaji. Pemberian gaji  seiring dengan peremajaan sistem transportasi angkot. Misalnya, dengan membuat sistem dan jadwal keberangkatan.

”Jadi bukan lagi menunggu penumpang, tapi sudah ada jadwal keberangkatan. Jadi terus jalan. Datang, lewat, dan jalan, sampai ke terminal bus atau LRT (light rail train),” pungkasnya. pat/cr2/rmc