Surabaya PPKM Level 1, DPRD dan Pemkot Surabaya Bersinergi Dorong Pemulihan Ekonomi

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono. SP/Alqomar

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Setelah Kota Surabaya ditetapkan  Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersinergi DPRD Kota Surabaya mendorong pemulihan ekonomi di Kota Surabaya.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan,  Surabaya telah berstatus PPKM level 1 berkat perjuangan seluruh elemen masyarakat. 

"Kita bersyukur Surabaya berada di level 1, tentu perjuangan berikutnya memulihkan perekonomian di masyarakat," kata Awi sapaan akrab Adi Sutarwijono,  Selasa (9/11).

Menurut Adi Sutarwijono, Anggota DPRD Kota Surabaya bersama tim anggaran Pemkot Surabaya dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang dihadiri oleh pimpinan dan anggota Badan Musyawarah telah berhasil menyepakati rancangan APBD Kota Surabaya Tahun 2022 sebesar Rp 10,3 triliun.

"Anggaran sebesar Rp 10,3 triliun, tentu kami dorong sebagai sinyal yang positif. Sebagai optimisme bahwa ekonomi Surabaya di tahun 2022 bakal bangkit dan pulih seperti sediakala," lanjut dia. 

Lanjutnya, Bahkan pemulihan ekonomi Surabaya lebih kuat melihat kebersamaan antar partai politik walikota Eri Cahyadi bersinergi dengan ketua partai-partai politik lainnya.

"Tentunya safari politik walikota Eri Cahyadi untuk mencocokan pikiran dan gagasan terutama tentang program-program kerakyatan mendorong pertumbuhan, pemulihan ekonomi dan intervensi kebijakan sosial untuk menopang masyarakat mengalami kesulitan. Misalkan pemberian seragam gratis 46 ribu siswa SD dan SMP dari keluarga MBR, serta pemberian beasiswa bagi pelajar SMA/ SMK dan para santri/santriwati kategori warga MBR," ungkap legislator PDI Perjuangan kepada wartawan di ruang kerjanya. 

Dengan mempertahankan kebersamaan ini,  menurutnya, kita akan lebih cepat dan kuat dalam menjalankan agenda tentang pemulihan ekonomi di Kota Surabaya pertumbuhan tahun depan. 

"Pemulihan ekonomi salah satunya dari sektor UMKM dan sektor informal menjadi perhatian yang penting. Karena jumlahnya sektor itu cukup banyak di Surabaya," pungkas dia. Alq