Tabrak Atlet Tuna Netra, Operasional Bus Otonom Dihentikan

Petugas keamanan Jepang melintas di depan logo Paralimpiade di Tokyo. SP/ Reuters

SURABAYAPAGI.com, Tokyo - Baru-baru ini, menjelang berlangsungnya Paralimpiade Tokyo 2020, operasional bus otonom e-Palette self-driving yang berfungsi mengangkut para atlet yang ingin hilir-mudik di sekeliling desa olimpiade termasuk ke venue pertandingan harus dihentikan lantaran telah menabrak pejudo tuna netra.

Kendaraan ini melaju dengan sistem Self-Driving atau dapat mengemudi dengan sendiri/automatis. Namun ternyata konsep ini membuat malapetaka di saat Paralimpiade Tokyo 2020 baru berjalan satu hari.

Peristiwa tersebut bermula saat kendaraan itu berhenti di pertigaan jalan dan hendak berbelok di bawah kendali manual operator yang menggunakan kendali joystick kendaraan. Namun seketika kendaraan itu menabrak atlet tuna netra yang melaju dengan kecepatan sekitar 1 atau 2 kilometer per jam.

Sementara itu, atlet tersebut masih dalam kondisi sadar dan dibawa ke pusat medis desa atlet untuk perawatan dan dapat berjalan kembali ke tempat tinggal mereka. Atlet tersebut pun dijadwalkan bertanding pada Sabtu pukul 10.30 waktu setempat.

Pihak Toyota mengatakan sedang bekerja sama dengan penyelidik polisi setempat untuk menentukan penyebab kecelakaan itu. Mereka pun rencananya akan melakukan penyelidikan sendiri.

Dalam pernyataannya, Kepala Eksekutif Toyota Akio Toyoda mengatakan akan terus berkoordinasi erat dengan Komite Penyelenggara Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo untuk mencegah insiden lebih lanjut. Ia pun meminta maaf dengan kejadian tersebut.

“Kendaraan lebih kuat dari seseorang, jadi saya jelas khawatir tentang bagaimana mereka,” katanya, Minggu (29/8/2021).

Toyoda mengatakan kecelakaan itu menunjukkan kesulitan bagi kendaraan self-driving untuk beroperasi di desa paralimpiade. Di mana semua atlet di sana menyandang kebutuhan khusus.

“Ini menunjukkan bahwa kendaraan otonom belum realistis untuk jalan normal,” katanya. Dsy12