Tak Bisa Jualan, Sehari Rugi Sampai Rp 10 Juta

Kebakaran di pasar kembang mengakibatkan 187 lapak pedagang ludes dilahap si jago merah. Sp/semmy mantolas

Pedagang Jajan Pasar Kembang akan Direlokasi ke 3 Pasar 

 

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kebakaran yang terjadi di Pasar Kembang Surabaya, Minggu (22/08/2021) sore kemarin mengakibatkan kurang lebih 187 tempat pedagang ludes terbakar. Tak hanya itu, para pedagang pun terpaksa tidak bisa berjualan dalam beberapa hari kedepan. Mereka juga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Perusahaan Daerah Pasar Surya memberikan solusi kepada para pedagang terdampak  kebakaran yang rata-rata para pedagang jajan pasar bisa menghasilkan omzet sehari minimal Rp 5 juta hingga Rp 10 juta.

Hal ini diungkapkan Kusairi selaku Kepala Pasar Kembang kepada Surabaya Pagi, Senin (23/8/2021). Menurutnya, hampir 100 persen lantai 2 pasar kembang habis dilahap si jago merah. Pedagang yang menjadi korban adalah para pedagang yang berjualan jajanan pasar.

"Di lantai 2 itu meja-meja tempat pedagang naruh jualan yang terbakar, karena lantai 2 difokuskan untuk jajan pasar ya seperti roti kukus, nogosari, macam-macamlah. Karena memang Pasar kembang ini punya ikon yaitu jajanan pasar," kata Kusairi kepada Surabaya Pagi, Senin (23/08/2021).

Berapa nilai kerugiannya?  Ia mengaku, belum menghitung secara pasti jumlah kerugian. Namun dilihat dari luasnya kebakaran yang hampir membakar seluruh lantai 2 Pasar Kembang, ia memastikan kerugian dapat mencapai Rp 1 miliar bahkan lebih. "Bisa 1 miliar bahkan lebih. Karena itu atap sampai jebol, di lantai 2 habis terbakar. Belum para pedagang yang tidak bisa berjualan, merasakannya," lanjutnya.

Sementara, dari pantauan Surabaya Pagi di sisa-sisa puing kebakaran Pasar Kembang, lantai 2 Pasar Kembang kini hanya tersisa arang dari sisa-sisa bekas kebakaran kemarin. Tepat di tangga naik ke lantai 2, terdapat garis polisi pertanda di larang masuk.

Beberapa pedagang yang berhasil mengevakuasi dagangannya sebelum api membesar, kini mulai memindahkan keluar dari pasar. "Alhamdulillah kemarin sempat selamatkan beberapa dagangan, kita pindahkan ke lantai 1," kata Bu Ani salah satu pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Kembang kemarin.

Secara pribadi, Bu Ani mengaku, dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 5 juta. Saban hari, ia berjualan buah-buahan dan beberapa jajanan pasar.

"Ya rugi mas, ini namanya sudah jatuh ketiban tangga. Kita sudah dirugikan dengan corona, sekarang malah kena musibah kebakaran lagi," ucapnya dengan nada kesal.

Hal serupa juga dialami oleh Madrai, pedagang ayam. Dari 12 ekor ayam milikinya, kini yang tersisa hanya 5 ekor, sisa mati akibat kebakaran kemarin.  "Mati semua mas, rugi. Ini yang sisa paling dibawa ke Sidotopo, dipotong di sana saja," kata Madrai.

Sementara, hingga Senin (23/8/2021) kemarin, dari pantauan Surabaya Pagi, beberapa petugas gabungan 3 pilar baik dari kepolisian, TNI maupun Satpol PP terus berdatangan ke Pasar Kembang memantau lokasi. Upaya sterilisasi pun kini terus dilakukan oleh petugas. "Sekarang memang sedang sterilisasi, bagi pedagang yang ingin mengambil sisa-sisa dagangannya, kita perbolehkan sampai jam 12 siang. Lebih dari itu gak boleh masuk, sudah steril," ucap salah satu pengelola Pasar Kembang selain Kusairi.

Bahkan, pihaknya terus berupaya agar para pedagang yang menjadi korban si jago merah dapat berjualan kembali. Mengingat, dengan kondisi pandemi covid-19 seperti saat ini, tentu akan semakin menyulitkan para pedagang. "Kita terus berkomunikasi dengan direktur pasar, tapi skemanya kemungkinan mereka akan dipindahkan ke lantai 1," ucapnya.

 

Direlokasi ke 3 Pasar

Terpisah, Humas Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya Zaini mengungkapkan, pihaknya bakal merelokasi pedagang Pasar Kembang Surabaya yang menjadi korban kebakaran, ke tiga lokasi berbeda. "PD Pasar Surya mewacanakan tiga lokasi yang akan digunakan menampung sekitar 200-an pedagang di lantai dua," ujarnya, Senin (23/8/2021).

Menurutnya, hasil labfor dari kepolisian, untuk lantai satu Pasar Kembang tidak ada masalah dan masih bisa digunakan. Sehingga wacana relokasi hanya untuk pedagang yang ada di lantai dua.

Zaini mengatakan, tiga lokasi yang disiapkan itu adalah Pasar Babakan, Pasar Tambak Rejo, dan di Kantor PD Pasar Surya. "Terkait kapan, kami masih akan sosialisasikan kepada pedagang. Mudah-mudahan bersedia, yang pasti kami siapkan tempatnya. Kami konsentrasi bagaimana perekonomian bisa berjalan," katanya.

"Ada sekitar 200 lapak para pedagang di lantai 2. Ada satu pedagang yang punya dua lapak, bahkan lebih,” katanya.  

Jaini mengatakan, saat ini PD Pasar Surya fokus dalam membantu para pedagang untuk bisa terus berjualan. Menurutnya, pedagang harus tetap bisa berjualan, meski masih ada penyelidikan dari aparat kepolisian.  "Jumlah yang direlokasi nantinya bisa lebih, karena yang di lantai 1 masih didata. Kemungkinan ada tambahan lagi," ujarnya.  Sementara itu, terkait kerugian sendiri, Zaini belum bisa menjawab karena masih dilakukan pendataan.

 

Sumber Kebakaran Belum Dipastikan

Sementara, aksi si jago merah yang melahap habis 187 tempat pedagang Pasar Kembang pada Minggu (22/08/2021) kemarin, hingga kini belum diketahui penyebabnya. Kanit Intel Polsek Tegalsari yang juga merupakan Perwira Pengawas (Pawas) Pasar Kembang, AKP Teguh menyampaikan, pihak kepolisian hingga Senin kemarin masih terus menginvestigasi musabab kebakaran kemarin. "Belum dapat dipastikan, saya gak berani menduga penyebabnya karena apa. Kita tunggu saja hasil dari tim labfor (laboratorium forensik, red)," kata Teguh kepada Surabaya Pagi, Senin (23/08/2021).

Petugas kepolisian bekerjasama dengan Satpol PP setempat berupaya mensterilisasi Pasar Kembang. Setiap pedagang yang ingin mengambil sisa-sisa dagangannya di lantai 2, lokasi kebakaran, wajib menunjukan identitas diri. "Kita tugasnya mengamankan saja. Kalau ada pedagang yang ingin mengambil dagangannya silahkan, tapi diperiksa dulu oleh petugas di sini," katanya

Senada dengan itu, Sukrisno selaku Komandan Regu Petugas Tindak Internal (PTI) Satuan Polisi Pamong Praja yang bertugas mengawasi Pasar Kembang hari ini menyampaikan, bagi pedagang yang ingin mengambil barangnya diperbolehkan hingga pukul 12:00 WIB.

"Kalau sudah jam 1, artinya tidak boleh. Sudah steril. Mereka yang ingin mengambil dagangan akan diperiksa KTP-nya dan diverifikasi oleh pengelola pasar apakah benar pedagang di sini atau bukan," terang Sukrisno.

Saat ditanyai musabab kebakaran, ia pun tak ingin berspekulasi lebih jauh. "Kita tunggu saja apa hasil dari kepolisian, kalau kita katakan penyebabnya karena ini atau karena itu, dan hasilnya salah, kita juga yang kena," ucapnya.

Dari data yang dikumpulkan di lapangan, para pedagang yang terimbas kebakaran, rencananya akan diberikan tempat di lantai 1 untuk kembali berjualan. Namun hingga kini, aktivitas pasar untuk sementara waktu masih dalam proses sterilisasi. sem/cr2/rmc