Tak Capai Target, Investasi di Surabaya Baru Rp 17,4 Triliun

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya M. Taswin.SP/HUMAS PEMKOT SURABAYA

SURABAYAPAGI, Surabaya – Pada triwulan III-2021 investasi di Kota Pahlawan baru mencapai Rp 17,4 triliun,angka ini belum mencapai  jumlah yang ditargetkan. Pencapaian ini dipaparkan langsung oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Surabaya M. Taswin.

"Karena kondisi pandemi COVID-19, dari target kami Rp 43 triliun, namun sekarang baru Rp 17,4 triliun," ujar M. Taswin, kemarin.

 Dia mengharapkan target investasi dapat tercapai dengan adanya perubahan Peraturan Wali Kota (Perwali) Surabaya 41/2021 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Pada perwali tersebut, diatur beberapa jenis perizinan yang nanti tersedia melalui layanan di klinik investasi, baik izin usaha, non-berusaha, maupun pelayanan non-perizinan.

"Percepatan perizinan dengan sistem, paling tidak segera menarik investor ke Surabaya," ujar dia.

Taswin sebelumnya juga mengatakan realisasi investasi yang masuk di Surabaya sepanjang tahun 2020 atau selama pandemi COVID-19 menembus angka Rp 64 triliun. Bahkan pencapaian tersebut melebihi target pemkot sebesar Rp 63 triliun.

"Pandemi COVID-19 tidak begitu memengaruhi kinerja investasi di Kota Surabaya. Kalau persentasenya, capaian investasi di tahun 2020 mencapai 100,70 persen," tutur dia.

Selain itu, dia juga memastikan bahwa investasi di Surabaya lebih banyak didorong oleh perkembangan UMKM yang terus meningkat hingga saat ini.

Dia bahkan juga memastikan bahwa UMKM ini tidak terlalu terpengaruh kondisi pandemi COVID-19. "UMKM ini malah survive di Surabaya," ucap dia. sb4/na