Tanam Ribuan Bibit Mangrove untuk Cegah Tsunami

Polres Lumajang bersama BPBD menanam 1.000 bibit pohon mangrove dan 200 pohon cemara di areal bibir Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar.

SURABAYAPAGI.COM, Lumajang - Polres Lumajang bersama BPBD setempat melakukan langkah mitigasi dini. Pasalnya kabupaten Lumajang masuk dalam wilayah rawan terjadi bencana hidrometeorologi.

Jajaran anggota gabungan itu menanam 1.000 bibit pohon mangrove dan 200 pohon cemara di areal bibir Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, Rabu (27/10/2021).

Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang Wawan Hadi Siswoyo penanaman ribuan bibit pohon mangrove dan ratusan pohon cemara bertujuan untuk membuat barrier. Sehingga jika terjadi tsunami gelombang tinggi dapat tertahan.

"Lumajang punya benangan 70 kilometer dari Yosowilangun sampai Tempursari. Semua kawasan ini berpotensi gelombang tinggi tsunami mangkannya kami menguatkan masyarakat untuk melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko," kata Wawan.

Selain penanaman bibit-bibit pohon, warga sekitar pantai selatan juga mendapat edukasi cara menyelamatkan diri ketika bencana datang. Para warga diminta lari keluar rumah mencari tempat ketinggian jika merasakan gempa selama 20 detik.

"Gempa kalau sudah melebihi 20 detik segera lari sesuai petunjuk rambu-rambu yang sudah kami pasang di beberapa titik. Pokoknya lari cari tempat ketinggian 20 meter, jangan nunggu peringatan dini," ujarnya.

Perlu diketahui ancaman bencana hidrometeorologi sudah menjadi pembahasan para ahli pasca terjadinya gempa bumi pada April 2021 lalu.

Analisis Pusat Studi Gempa Nasional menyebutkan laut selatan Pulau Jawa berpotensi terjadi gempa bermagnitudo tertinggi 8,7 mengakibatkan gelombang tsunami antara 18 meter sampai 22 meter.

Dengan adanya hutan mangrove ini diharapkam akar-akar pohon dapat mengendapkan lumpur sehingga mencegah terjadinya intrusi air laut.