Target Investasi 2024 Capai Rp 1.650 Triliun

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 22 Feb 2023 13:08 WIB

Target Investasi 2024 Capai Rp 1.650 Triliun

i

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Kemenko Perekonomian.

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memasang target perolehan investasi pada akhir masa jabatannya yakni 2024 sebesar Rp 1.650 triliun. Nilai tersebut naik pesat dari posisi 2023 yang sebanyak Rp 1.400 triliun dan realisasi 2022 yang sebesar Rp 1.207 triliun.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat terbatas pembahasan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) Tahun 2024 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/2/2023).

Baca Juga: OIKN: Pejabat di IKN Tak Dapat Mobil Dinas, Wajib Pakai Angkutan Umum

“Target investasi pada tahun depan adalah sebesar Rp1.650 triliun. Kemudian tahun depan kita harus siapkan juga ketersediaan pangan terutama 2024 diperkirakan berubah dari fenomena El Nino ke La Nina,” kata Airlangga, Senin (20/2/2023).

Sejalan dengan itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3 hingga 5,7 persen pada 2024, yang utamanya didorong oleh konsumsi rumah tangga dan investasi. Lebih lanjut, tingkat inflasi pada 2024 ditargetkan dapat terjaga di bawah 4 persen, yaitu pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Selain itu, Airlangga mengatakan, nilai tukar rupiah pada 2024 juga akan dijaga pada kisaran Rp14.800 hingga Rp15.400 per dolar Amerika Serikat, dengan tingkat suku bunga Surat Utang Negara 10 Tahun pada kisaran 6,5 hingga 7,4 persen.

Pemerintah pun menargetkan tingkat kemiskinan dapat ditekan ke level 6,5 hingga 7,5, juga gini ratio pada kisaran 0,36 hingga 0,37 dan tingkat pengangguran turun ke level 3,6 hingga 4,3.

Baca Juga: Wacana Bantuan Beras Diperpanjang hingga Juni 2024, Jokowi: ‘Saya Ndak Janji Lho’

Ia memastikan bahwa pemerintah akan berupaya meningkatkan aliran masuk investasi dengan berbagai cara, di antaranya mengimplementasikan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait Cipta Kerja, Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), serta Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD).

Kemudian, pemerintah juga akan melanjutkan transformasi melalui hilirisasi SDA, transisi energi, peningkatan SDM, pembangunan Ibu Kota Nusantara, serta mendorong industri electric vehicle (EV). Nusantara.

“Bapak Presiden memberikan arahan khusus untuk fiskal sektor otomotif untuk mendorong EV industry agar kita tidak hanya berhenti di copper cathode saja atau prekursor, tetapi juga ekosistem otomotif,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenkeu: Pemerintah Tarik Utang Baru Rp 107,6 Triliun di Awal Tahun

Dengan begitu, lanjut Airlangga, Indonesia dapat bersaing dengan Thailand dan negara lainnya dalam mengembangkan industri kendaraan listrik.

“Bapak Presiden beri arahan agar kita mempersiapkan, bisa bersaing dengan negara lain seperti Thailand agar industri EV itu pindah ke Indonesia,” tuturnya. jk

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU