Tarif PDAM Naik, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH. Thony Dorong PDAM Tingkatkan Layanan

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) AH.Thony saat melakukan sidak ke Instalasi Penjernihan Ngagel 1 PDAM Surya Sembada.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) AH.Thony menyoroti kenaikan tarif layanan PDAM di Surabaya. Guna memastikan kualitas dan kuantitas air bersih di masyarakat dan pelayanan sebanding dengan kenaikan tarif, AH. Thony langsung melakukan sidak ke Instalasi Penjernihan Ngagel 1 PDAM Surya Sembada. 
 
Kedatangan Thony bukan tanpa alasan. Pihaknya ingin melihat secara langsung pengelolaan air bersih hingga dialirkan ke pipa-pipa menuju rumah warga. 
 
AH.Thony pun langsung memastikan perihal kenaikan tarif layanan PDAM di Surabaya yang awalnya Rp600 menjadi Rp2600 per meter kubik. Kebijakan tersebut rencananya bakal diterapkan mulai Januari. Hal itu sempat disampaikan secara langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi beberapa waktu lalu. 
 
“Disini, saya mencoba mencari tahu apakah ada sistem baru yang diterapkan sehingga terdapat kenaikan tarif. Atau biaya produksi air bersih memang makin tinggi,” ungkap AH. Thony, Selasa (29/11) kemarin. 
 
 
AH. Thony menuturkan, kenaikan tersebut dimungkinkan merupakan buah dari perhitungan PDAM Surya Sembada terhadap proses produksi. Mulai bagaimana mendapatkan mutu air yang bagus lewat pengendapan, kalibrasi, filterisasi, hingga pemberian O2. Namun, tak hanya kualitas, harus ada peningkatan layanan dan percepatan pasokan air ke berbagai wilayah. 
 
Direktur Operasi PDAM Surya Sembada Surabaya Nanang Widyatmoko menyambut kedatangan Thony. Sembari mendampingi Thony berkeliling, Nanang juga menjelaskan tentang sistem kerja pihak PDAM termasuk tentang kenaikan tarif. Menurutnya, kenaikan tersebut dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan PDAM itu sendiri. 
 
Total pengguna PDAM di Surabaya hingga saat ini mencapai 600.000 KK. Seluruhnya diberikan aliran air dengan maksimal. Hal itu, dikatakan Nanang, sesuai dengan arahan Eri Cahyadi bahwa tidak boleh ada warga kota yang tidak mendapatkan air bersih. “Dulu, Surabaya Utara menjadi daerah yang sulit mendapat aliran air. Faktornya, karena daerah itu jauh dari instalasi pengolahan air yang ada di Ngagel dan Karangpilang. Namun, kami terus melakukan inovasi untuk memaksimalkan kuantitas air yang dialirkan kesana,” ungkap Nanang. Adv/Alq