Tercatat 626 CJH Jatim Meninggal Dunia

Dari 33.425 jemaah asal Jatim, tercatat 626 Calon Jemaah Haji (CJH) meninggal dunia. SP/ REUTERS

SURABAYAPAGI, Surabaya –  Kementerian Agama (Kemenag) RI mengumumkan jika Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci. Itu berarti, ada 33.425 jemaah asal Jatim yang harus ditunda keberangkatannya. Sebanyak 626 Calon Jemaah Haji (CJH) dari Jawa Timur tercatat meninggal dunia.

Plt Kanwil Kemenag Jatim M Nurul Huda menjelaskan 626 CJH tersebut masuk dalam kuota keberangkatan haji tahun 2021.

"Calon Jemaah Haji yang meninggal itu sejumlah 626 orang di seluruh Jawa Timur. CJH itu rencananya berangkat 2021," katanya di Surabaya, Kamis (10/6/2021).

Huda mengatakan CJH tersebut bisa digantikan dengan ahli warisnya. "Digantikan ahli waris namanya, bisa suami atau istri, bisa anaknya," imbuhnya.

Selain itu, Huda memaparkan penggantian CJH oleh ahli waris ini bisa dilakukan melalui proses pelimpahan kursi. Nantinya, pihak kemenag akan melakukan verifikasi.

"Untuk menggantikan namanya pelimpahan porsi namanya. Ini proses di Kantor Kementerian Agama. Penggantinya harus datang sendiri, karena penggantinya terverifikasi karena ada verifikasi data di-scan," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama mengumumkan jika Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah haji ke Tanah Suci. Kanwil Kemenag Jawa Timur akan segera mensosialisasikan hal ini pada CJH.

Huda mengatakan pihaknya akan mengikuti apapun keputusan pemerintah pusat.

"Kami dari pemerintah, kanwil kemenag Jatim menyambut apapun keputusan pemerintah adalah amanat yang harus kita laksanakan kami hanya penerima dan pelaksana regulasi. Karena keputusan pemerintah itu sudah pertimbangan luar biasa menghadirkan seluruh komponen yang ada," katanya di Surabaya, Kamis (3/6/2021).sb/na