Terduga Teroris di Surabaya Sering Ikut Pengajian

Kediaman terduga teroris yang diamankan densus 88 di Surabaya pada Jum’at (2/4) kemarin. SP/Mahbub Fikri

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Di mata tetangga, sosok S terduga teroris yang tinggal bersama istri dan dua anak serta mertuanya ini dikenal ramah dan bergaul bersama masyarakat dengan baik, sebelum akhirnya diamankan oleh Tim Densus 88.

“Pak S ini dikenal ramah, dan bergaul dengan baik. Namun agak cenderung masih membatasi diri,” kata H. Said, tetangga depan rumah S.

Sedangkan Sulistiyo Ningsih, istri terduga teroris S mengaku kegiatan keseharian suaminya tersebut hanya berjualan sembako dan obat herbal di rumah. Jika bepergian, S berpamitan kepadanya ikut kegiatan pengajian.

“Kalau di rumah suami saya (S) jualan sembako dan obat herbal. Kadang-kadang mengikuti pengajian di luar, tapi saya tidak mengetahui lokasi pengajiannya di mana,” kata Sulistiyo saat dikonfirmasi di rumahnya, Minggu (4/4).

Sementara itu, Fauzi selaku Ketua RT 04 mengaku adanya perubahan pola kehidupan dari istri S itu. Seperti cara berpakaian, dan bergaul dengan lingkungan sekitar.

“Setelah menikah hampir 5 tahun, pola kehidupan Bu Sulistiyo berubah. Rumah yang ditempati itu rumahnya mertuanya Pak S,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, S terduga teroris ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri di rumahnya, Jalan Simorejosari A-5/6-A Surabaya, sekitar pukul 07.00 WIB.

Setelah berkoordinasi dengan istri dan mertuanya, Densus 88 Antiteror melanjutkan penggeledahan dipimpin oleh Kombes Pol Iwan sekitar pukul 08.15 WIB. Alhasil, petugas menemukan beberapa barang bukti lainnya. Seperti slayer bertuliskan arab 1 buah, kotak amal 1 buah, atribut 1 buah, handphone, buku schooling dan buku nota.

Kemudian barang bukti tersebut dimasukkan ke dalam plastik untuk disita. Penggeledahan pun berakhir sekitar pukul 10.15 WIB. Lalu petugas membawa S beserta barang buktinya itu ke Mapolda Jatim dengan pengawalan ketat. fm