Terisi 100 Persen, BOR ICU RSU Dr Koesnadi Bondowoso Masuk Zona Hitam

Tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU RSU Dr Koesnadi Bondowoso telah mencapai 100 persen. SP/RSU Dr Koesnadi Bondowoso

SURABAYAPAGI,  Bondowoso – Lonjakan pasien covid-19 di salah satu Rumah Sakit Bondowoso sudah mencapai batas darurat, terlihat dari tingkat keterisian tempat tidur di ruang ICU RSU Dr Koesnadi Bondowoso telah mencapai 100 persen. Dinas Kesehatan Provinsi Jatim pun mengklasifikasikan Bed Occupancy Rate (BOR) ICU RSU Dr Koesnadi Bondowoso masuk zona hitam.

Hal ini dibenarkan oleh Plt. Direktur RSU Dr Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna. Ia menjabarkan bila sebanyak lima unit tempat tidur yang disediakan di ruang ICU kini terisi penuh."Karena keterbatasan tenaga kesehatan dan peralatan, kami tidak bisa menambah tempat tidur di ruang ICU," katanya, kemarin.

Selain ICU, lanjut Yus, ruangan isolasi pasien Covid-19, yakni paviliun Krisan dan Rengganis, juga terisi penuh.Bahkan, pihaknya harus menyediakan tempat tidur ekstra di dua ruangan tersebut.

Saat ini, persentase okupansi paviliun Krisan mencapai 111 persen. Sedangkan paviliun Rengganis menyentuh angka 130 persen."Kami menambah tempat tidur ekstra di ruang Krisan sebanyak dua unit dan di ruang Rengganis 12 unit. Sementara, ada 20 pasien yang dirawat di ruang Krisan dan 52 pasien di ruang Rengganis," sebutnya.

Yus mengungkapkan, pihaknya kini mengandalkan satu ruang isolasi lain, yakni paviliun Ijen untuk menampung pasien Covid-19.  Di ruang Ijen tersedia 58 unit tempat tidur dengan tingkat okupansi masih 24 persen."Pasien yang dirawat di ruang Ijen berjumlah 14 orang. Artinya, ada 44 unit tempat tidur yang belum terisi," terangnya.

Ia menjelaskan, RSU. Dr. Koesnadi telah menyiapkan langkah antisipasi apabila ke-tiga ruangan isolasi tak dapat lagi mengakomodir pasien Covid-19.Dua tenda darurat dan ruang Anggrek bakal nantinya bakal menjadi ruang perawatan pasien Covid-19."Total ada 50 tempat tidur yang disediakan di dua tenda dan ruang Anggrek. Rinciannya, tenda darurat I ada 10 tempat tidur, tenda darurat II ada 10 tempat tidur dan di ruang Anggrek ada 30 tempat tidur," sebutnya.

Di sisi lain, RSU. Dr. Koesnadi Bondowoso memerlukan ventilator tambahan. Sebab, rumah sakit yang berada di Jalan Piere Tendean itu hanya memiliki lima unit ventilator."Kami berencana menambah ventilator. Namun, diperlukan waktu untuk perencanaan penganggaran," pungkasnya.tn/na