Tersangka KPK, Mardani Maming Resmi Jadi Buron

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 26 Jul 2022 14:02 WIB

Tersangka KPK, Mardani Maming Resmi Jadi Buron

i

Mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Mardani H Maming telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) atau buron yang diminta oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK hendak menjemput paksa Mardani H Maming karena sebelumnya dianggap tidak kooperatif.

Menurut Ali, KPK mengambil keputusan ini karena Mardani tidak kooperatif. Dua kali dipanggil, dua kali Mardani tidak datang. Pihak Mardani beralasan tidak datang karena sedang mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Baca Juga: KPK Kritik Pelesiran Mardani Maming, Koruptor Rp 118 Miliar

"KPK telah memanggil Tersangka MM (Mardani H Maming) sebanyak dua kali, namun tidak hadir sehingga kami menilai Tersangka dalam perkara ini tidak kooperatif," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (27/7/2022).

"Hari ini KPK memasukkan tersangka ini dalam daftar pencarian orang (DPO) dan, paralel dengan itu, KPK juga berkirim surat ke Bareskrim Polri untuk meminta bantuan penangkapan terhadap tersangka dimaksud," imbuh Ali.

KPK sempat berupaya menjemput paksa Mardani di kediamannya di sebuah apartemen di Jakarta, pada Senin, 25 Juli 2022. Namun, tim penyidik gagal menemukan politikus PDIP itu di lokasi tersebut.

Baca Juga: KPK Dalami Penggunaan Dana BPPD untuk Bupati Sidoarjo

KPK meminta Maming menyerahkan diri ke KPK sehingga pengusutan perkara ini tidak mengalami kendala. "Jika masyarakat memiliki informasi, silakan dapat menghubungi langsung KPK melalui call center 198 atau kantor kepolisian terdekat," kata Ali.

"Peran serta dan dukungan masyarakat dalam upaya penyelesaian perkara ini sangat dibutuhkan, karena kita semua tentu berharap penyelesaian perkara ini dapat dilakukan dengan cepat, efektif, dan efisien," tambahnya.

Baca Juga: Bupati Muhdlor Janji Pemkab Sidoarjo Lebih Transparan

KPK menetapkan mantan orang nomor satu di Kabupaten Tanah Bambu itu menjadi tersangka kasus suap dan gratifikasi peralihan Izin Usaha Pertambangan di Kabupaten Tanah Bumbu. Dia diduga menerima suap melalui perusahaannya atas persetujuan peralihan tersebut.

Sebelumnya, Maming diduga menerima suap lebih dari Rp 104,3 miliar selama waktu tujuh tahun, yakni 2014-2021. Maming juga disebut mendapat fasilitas membangun sejumlah perusahaan setelah memberikan izin pertambangan dan produksi batu bara ke PT Prolindo Cipta Nusantara. jk

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU