Tiga Bos Viral Blast Global yang Rugikan Puluhan Ribu Member Rp 1,2 Triliun, Diadili

Para terdakwa saat mengikuti sidang secara online. SP/Budi Mulyono

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kasus penipuan berkedok investasi bodong platform robot trading Viral Blast Global dengan tiga terdakwa Minggus Umboh, Rizky Puguh Wibowo, dan Zainal Huda Purnama masuk babak baru. 

Senin (1/8/2022) kemarin, mereka bertiga menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (1/8/2022).

Sidang yang digelar di ruang Garuda 2 ini surat dakwaan dibacakan secara bergantian oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), diantaranya Suwarti, Darwis dan Furkon Adi Hermawan. 

Ketiganya tidak dihadirkan dalam persidangan, melainkan secara online.

Dalam perkara ini, Jaksa dari Kejaksaan Negeri Surabaya mendakwa para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 105 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan. Pelaku usaha distribusi yang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 (Pelaku usaha distribusi dilarang menerapkan sistem skema piramida dalam mendistribusikan barang)” kata JPU Furkon saat membacakan surat dakwaan, (1/8/2022).

Usai mendengarkan dakwaan, melalui tim kuasa hukum terdakwa mengajukan nota keberatan atau eksepsi dalam sidang selanjutnya yang akan digelar pekan depan.

Seperti diketahui, para pelaku memasarkan e-book dengan nama Viral Blast kepada anggota atau member untuk melakukan trading di bursa komoditi yang ternyata fiktif. Sebanyak 12.000 member trading mengalami kerugian mencapai Rp 1,2 triliun.

Dari kasus ini, kepolisian dari Mabes Polri telah menahan tiga dari empat tersangka yang merupakan petinggi PT Trust Global Karya. 

Sementara, satu orang tersangka atas nama Putra Wibowo sampai saat ini buron (DPO). bd/ham