Tiga Warga di Mojokerto Kabur Usai Dinyatakan Reaktif Corona

Illustrasi warga ditest rapid massal. SP/ CNN

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Tiga warga di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur kabur dari gabungan petugas kesehatan, usai dinyatakan reaktif terhadap virus corona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid test di kawasan Wisata Kecamatan Pacet, Mojokerto, Minggu (14/6) sore.

Tiga warga reaktif itu ditemukan dalam rapid test terhadap 288 warga lokal, pengelola maupun pengunjung kawasan wisata di Kecamatan Pacet, Mojokerto kemarin.

Istilah reaktif sendiri bukan berarti orang tersebut terinfeksi corona. Sebaliknya, nonreaktif bukan berarti pasien bebas dari kemungkinan infeksi. Hasil tersebut perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kemungkinan infeksi

Bupati Mojokerto Pungkasiadi menegaskan pihaknya melalui Dinas Kesehatan Kabupaten akan menemui ketiga warga tersebut di kediamannya untuk kemudian dilakukan pemeriksaan PCR swab.

Selain itu, pihaknya masih gencar melakukan pemeriksaan massal, seiring dengan kembali dibukanya kran ekonomi di Mojokerto.

"Kita coba tracing semuanya, karena ini sudah beranjak posisi pemulihan ekonomi, kita siapkan semuanya, jadi paling tidak kita siapkan semuanya, dari sosial, ekonomi, bahkan sampai keamanannya," ujar Pungkasiadi, Senin (15/6).

Pungkasiadi menyebut Pemkab Mojokerto telah menargetkan 1.000 rapid test gratis kepada warga Kabupaten Mojokerto. Pemkab juga telah menyiapkan protokol kesehatan untuk tujuh sektor usaha yang kembali buka.

Istilah reaktif dan nonreaktif digunakan pada pemeriksaan rapid test karena prinsip pemeriksaan ini melihat reaksi yang ditimbulkan antara antigen dan antibodi.

Antigen pada kaset rapid test akan menimbulkan reaksi bila bertemu dengan antibodi dalam spesimen darah yang diteteskan pada kaset dan reaksi tersebut dapat dilihat dari warna pita yang muncul.

Sementara itu data persebaran Covid-19 Kabupaten Mojokerto per Minggu (14/6), ada 91 orang dinyatakan positif covid-19. Total pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 108 orang, serta orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 572 orang.   dsy3