Tingkatkan Produktivitas Tanaman Pangan, BPTP Jatim Gelar Bimtek Standarisasi Perbenihan

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka secara resmi Bimtek standarisasi perbenihan Varietas Unggul Baru (VUB) padi, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur. Sebanyak 75 petani, baik penyuluh, penangkar benih padi maupun calon penangkar benih padi di wilayah Kabupaten Mojokerto dibimbing untuk meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman pangan melalui penggunaan benih bermutu dari VUB Padi.

Ada 4 narasumber dalam kegiatan Bimtek perbenihan ini, diantaranya pertama, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah, mengampu materi kebijakan perbenihan padi di Kabupaten Mojokerto. Kedua, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan Hortikultura (BPSBTPH) Jatim, mengampu materi prosedur menjadi penangkar benih bersertifikat. Ketiga, BPTP Jatim, Ali Ari Widodo dan Ardiyansyah,mengampu materi pengenalan VUB padi dan standarisasi produksi benih. Dan keempat, BPTP Jatim Tini Siniati, mengampu materi penguatan kelembagaan perbenihan padi.

Bimtek bagi para petani tersebut diawali dengan tanya jawab terkait standarisasi perbenihan padi yang diajukan oleh Kepala BPTP Jawa Timur, Atekan kepada peserta bimtek dan memberikan hadiah berupa benih padi VUB bagi peserta yang bisa menjawabnya. Hadiah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Ikfina beserta Kepala BPTP Atekan dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Nurul Istiqomah.

Bupati Ikfina mengatakan, Komoditas pangan khususnya beras, merupakan kebutuhan dasar manusia yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, sehingga upaya peningkatan produksi pangan di dalam Negeri perlu menjadi perhatian.

"Untuk itu maka perlu diupayakan ketersediaannya secara cukup, memenuhi standar gizi, harga terjangkau dan dapat memberikan keuntungan  yang wajar bagi petani sehingga petani tetap bergairah untuk meningkatkan produksi pertanian," terang Bupati Ikfina dalam sambutannya, Kamis (6/10) pagi.

Menurutnya, salah satu upaya dalam peningkatan produksi dan produktivitas tanaman pangan adalah penggunaan benih bermutu dari varietas unggul. Selain itu, benih juga merupakan kebutuhan dasar, dalam melakukan kegiatan produksi tanaman.

"Penyediaan benih bermutu varietas unggul yang produktivitasnya tinggi dan sesuai dengan preferensi petani dengan jumlah yang cukup dan tepat waktu adalah salah satu strategi untuk mencapai kecukupan pangan," tegasnya.

Ikfina membeberkan, profesi petani saat ini sangatlah strategis untuk mempertahankan perekonomian negara kita, dimana petani merupakan ujung tombak dalam pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat sekaligus menjadi capaian pemerintah dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Ia juga berharap, para petani terus bersemangat dalam menanam dan dengan tehnik bercocok tanam yang terus berkembang, mulai dari pola, jenis benih, teknik pengairan, teknik pengolahan tanah, teknik pemupukan hingga teknik pemanenan, semua terus berkembang.

"Untuk itu, selain kita terus bekerja, jangan lupa terus belajar meningkatkan pengetahuan mengupdate ilmu-ilmu yang terbaru," ungkapnya.

Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto itu membeberkan terkait swasembada pangan nasional yang masih dihadapkan pada berbagai kendala, diantaranya adalah semakin meningkatnya jumlah penduduk yang berimplikasi pada alih fungsi lahan dari lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan lemahnya permodalan dan pemasaran serta rendahnya posisi tawar petani dalam mata rantai perdagangan produksi pertanian yang menjadikan produksi pertanian kita yang masih terbatas hanya sebagai pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan belum menjadi komoditas bisnis.

"Pemerintah Kabupaten Mojokerto akan terus berupaya mengatasi hambatan-hambatan pembangunan pertanian serta meningkatkan kinerja dalam penguatan ketahanan pangan, tentunya dengan dukungan para petani, penyuluh pertanian dan lembaga pertanian yang berkompeten yang memiliki program penguatan ketahanan pangan secara terpadu," harapnya.

Melalui Bimtek standarisasi benih VUB itu, Ikfina berharap petani di wilayah  Kabupaten Mojokerto mampu mengembangkan benih secara mandiri di wilayah khususnya pengembangan padi untuk varietas-varietas unggul, sehingga dapat membuka wawasan para petani menjadi penangkar benih padi. Selain itu, Ikfina juga meminta para petani agar tidak pernah berhenti untuk belajar dan menerima berbagai inovasi dan teknologi di bidang pertanian.

"Sehingga kita nanti mampu menyediakan benih varietas unggul dengan memperhatikan kuantitas, kualitas dan kontinuitasnya," tandasnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto itu juga menghimbau kepada seluruh penyuluh pertanian di daerah agar terus meningkatkan pembinaan dan bimbingan kepada petani, sehingga para petani terbantu dalam peningkatan produksi dimasa mendatang.

"Selain itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada BPTP Jawa Timur yang telah memberikan kepercayaan untuk melaksanakan kegiatan Bimtek di Kabupaten Mojokerto. Kedepannya, saya berharap kerjasama pelaksanaan kegiatan seperti ini dapat lebih ditingkatkan lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPTP Jatim, Atekan mengatakan, BPTP Jatim merupakan UPT Badan Litbang Pertanian, yang sekarang telah bertransformasi menjadi Badan Standarisasi Instrumen Pertanian. Ia mengaku kegiatan bimtek tersebut merupakan program dari badan baru tersebut yang ia fokuskan pada perbenihan VUB padi.

"Sehingga dapat menumbuhkan penangkar padi. Karena untuk menjadi penangkar padi tentunya harus melalui proses dan ini dapat kita capai melalui kolaborasi dan sinergi yang baik dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto serta BPTP. Mudah-mudahan apa yang kita dapat disini dapat kita tularkan kepada kawan-kawan di lingkungan kita masing-masing," tandasnya. Dwi