Tinjau RS Lapangan Tembak, Reni Astuti Berharap Tidak Ada Lagi Keterlambatan Penanganan Medis

Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Reni Astuti, bersama beberapa anggota Komisi D DPRD Surabaya meninjau RS Lapangan Tembak Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya Rabu (7/7). SP/Alqomar

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Banyaknya Rumah Sakit di Surabaya overload yang tidak mampu menampung pasien Covid yang tiap harinya mengalami peningkatan Untuk mengatasi kebutuhan masyarakat terhadap penangan medis Pemerintah Kota menjadikan Lapangan Tembak menjadi Rumah Sakit. 

Guna memastikan kesiapan Rumah Sakit Lapangan Tembak sekaligus memberikan support terhadap Pemkot Surabaya dalam menangani Covid-19 di Surabaya Wakil Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya Reni Astuti, bersama beberapa anggota Komisi D DPRD Surabaya meninjau RS Lapangan Tembak Kedung Cowek, Kecamatan Bulak, Surabaya Rabu (7/7).

Rombongan Legislator ini langsung mengecek setiap ruangan yang digunakan penanganan pasien. Menurut Reni yang saat itu pekerja masih melakukan perbaikan minor untuk persiapan operasional rumah sakit. Setelah in meninjau bangsal di sisi utara gedung yang berlantai tiga. Kemudian bergeser di gedung sisi selatan. Tempat pasien yang terpapar Covid-19 langsung mendapatkan perawatan dengan jumlah sekitar 400 bed untuk awal penanganan. 

Reni menerangkan, fasilitas yang diberikan Pemkot ini yang bagus dan tentu cepat, pasalnya ditengah ketersediaan anggaran yang minim Pemkot Surabaya yang dipimpin Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bergerak cepat untuk memanfaatkan aset Pemkot demi kesehatan dan keselamatan warga kota pahlawan. "Kemarin (Rabu) saya sudah memantau kesiapannya di RSL Tembak. Ini solusi dan langkah cepat diambil oleh Wali Kota Surabaya yang patut diapresiasi atas lonjakan kasus Covid-19,"katanya, Kamis (8/7).

Reni mengaku bahwa hampir setiap hari mendapatkan laporan warga atas  rumah sakit yang sudah penuh, hingga warga yang meninggal ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit dan saat mengantre di UGD.  "Saya sendiri juga hampir tiap hari mendapatkan laporan warga. Dengan hadirnya RSL Tembak ini diharapkan tidak adalagi keterlambatan penanganan medis,"ungkapnya.

RSL Tembak merupakan pengembangan layanan dari RS Soewandhie. Sehingga operator pelayanan RSL Tembak dari RS Soewandhie seperti alkes dan tenaga medis.  Sedangkan untuk bed yang berjumlah 500 berasal dari sumbangan Kemensos.

Reni juga mengapresiasi langkah Pemkot yang telah melakukan rekrutmen baru tenaga medis. Karena ini menurutnya sangat penting sehingga tidak mengganggu kinerja tenaga medis atau nakes di rumah sakit yang saat ini juga sangat kelelahan menangani pasien. 

"Kemarin saya bertemu dengan para nakes yang sudah berdatangan di RSL Tembak. Ada sekitar 150, mereka berasal dari rekrutmen baru. Kita sangat apresiasi karena Pemkot tidak ingin mengambil SDM di Soewandhie atau di rumah sakit lain,"tegasnya.

Lanjut Reni untuk droping obat dan alat kesehatan (alkes) juga didatangkan dari RS Soewandhie. "Jadi secara prosedur sudah siap. Dan dengan catatan tentu tidak mengganggu RS Soewandhie,"imbuhnya.

Sementara Ketua Komisi D DPRD Surabaya Khusnul Khotimah mengatakan adanya RSL Tembak yang digagas Pemkot sebagai bentuk ikhtiar agar semua warga Surabaya bisa tertangani apabila terpapar Covid-19. 

"Ini bentuk ikhtiar kita semua mudah-mudahan kerja keras ini untuk bisa mengendalikan Covid-19 di Surabaya. Saya sangat mengapresiasi dan sudah meninjau kesiapan RSL Tembak ini bersama teman-teman Komisi D dan Ibu Wakil Ketua (Reni Astuti),"katanya.

Khusnul juga meminta Pemkot untuk bekerjasama kepada Perguruan Tinggi yang terdapat fakultas kedokteran untuk menambah relawan medis, meskipun saat ini sudah ada yang relawan medis dan juga rekrutmen baru. "Supaya lebih cepat tertangani warga yang terpapar Covid-19 jadi perlu adanya kerjasama dengan fakultas kedokteran untuk menerjunkan dokter muda.  Selain itu juga ketersediaan oksigen saya berharap pemkot juga menyediakan oksigen seperti dulu saat penyediaan disinfektan,"terangnya. Alq