Tinjau Wisata Pacet, Bupati Optimis Ekonomi Bakal Kembali Mapan

Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati saat mengunjungi objek wisata di Kecamatan Pacet.SP/Dwy Agus SusantiĀ 

SURABAYA PAGI, Mojokerto - Dalam masa pandemi Covid-19, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati secara berkala melakukan pengecekan objek-objek pariwisata di Kabupaten Mojokerto yang harus ditutup sementara karena aturan PPKM. Kesempatan rehat ini, dimanfaatkan untuk memastikan pemeliharaan sarana prasarana pariwisata tetap terjaga dan berfungsi baik. Begitu juga dengan ketentuan prokes yang harus selalu memadai. 

Pemeliharaan ini merupakan langkah persiapan, apabila ke depannya nanti status level 3 PPKM bisa turun lebih rendah lagi sehingga objek pariwisata bisa kembali beroperasi. Penurunan status, tentunya akan diikuti pelonggaran-pelonggaran yang berdampak pada pemulihan ekonomi masyarakat. 

Hal ini dituturkan Bupati Ikfina saat memantau beberapa spot wisata di Kecamatan Pacet antara lain Wisata Camping Ground, Outbound, Dolan (COD) Tegal Klopo, Wisata Edukasi Terpadu (WET) Sendi dan Fortuna Garden, Sabtu (4/9) sore didampingi camat dan perangkat desa. Di sela kesibukan yang padat, bupati juga menjajal track alternatif penghubung spot wisata di Desa Sendi, berupa jalan makadam sepanjang kurang lebih 2 km. Jalur ini dinilai sangat potensial untuk dikembangkan sebagai infrastruktur penunjang pariwisata.

 “Kita akan cek spot-spot wisata selama PPKM ini. Tujuannya untuk memantau pemeliharaan sarpras, agar tetap berfungsi baik. Kita juga lakukan controlling agar prokes selalu dalam kondisi memadai. Sehingga jika wisata ini sudah boleh beroperasi kembali, kita  telah siap. Keselamatan dan keamanan adalah prioritas kita. Itu semua harus bisa kita pastikan,” kata bupati. 

WhatsApp_Image_2021-09-05_at_13.56.04

Pariwisata sendiri diprediksi menjadi salah satu sektor utama, yang paling cepat mendongkrak pemulihan ekonomi masyarakat yang lesu akibat pandemi Covid-19. Maka dari itu, Bupati Ikfina juga mendorong masyarakat supaya lebih kreatif dalam menggali potensi ekonomi di sektor wisata yang ada di wilayah mereka.

“Sejauh ini, potensi ekonomi dari pengembangan wisata cukup menjanjikan. Nah, potensi-potensi ini harus dikelola dengan maksimal, baik oleh pemerintah desa maupun masyarakat sekitar. Pemda juga akan mendorong supaya lebih berkembang,” tambah bupati. 

Menurut Bupati Ikfina, jika sektor wisata dapat dikelola secara maksimal, hal ini bakal berimplikasi terhadap perekonomian warga di desa itu sendiri.

“Masyarakat kita sangat kreatif. Sudah banyak contohnya dan berhasil (mengembangkan dan mengelola wisata). Dari wisata, pengaruhnya juga lumayan bagi kemajuan ekonomi kreatifnya. Ini harus dimaksimalkan untuk memutar roda ekonomi masyarakat. Kita harus optimis,” tandas bupati. 

Perlu diketahui bersama, Pemerintah Kabupaten Mojokerto pun sejauh ini, telah menggelontorkan bansos sembako pada para pelaku usaha pariwisata termasuk PKL area sekitar wisata yang terdampak PPKM mencapai 1.215 paket. Antara lain PKL Wana Wisata Padusan dan Kolam Air Panas Pacet sebanyak 200 paket, Ubalan dan Bunderan Pacet 200 paket, Puthuk Soeko Desa Sukosari Kecamatan Trawas 60 paket, Wisata Sumber Dhuwur Desa Wonosari Kecamatan Ngoro 60 paket, Air Terjun Dlundung, Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong Desa Ketapanrame Kecamatan Trawas 200 paket, Petirtaan Jolotundo dan sekitar Desa Seloliman Kecamatan Trawas 100 paket, areal Wisata Religi Troloyo, candi dan museum di Desa Sentonorejo 200 paket, Wisata Lembah Mbencirang Desa Kebontunggul Kecamatan Gondang 75 paket, dan Pasar Rakyat Mojo Kembangsore Park Desa Petak Kecamatan Pacet 120 paket. 

Pemerintah Kabupaten Mojokerto bersama Pemerintah Pusat beserta Pemerintah Provinsi, juga telah menggelontorkan bansos uang bagi warga masyarakat terdampak pandemi Covid-19 mencapai total Rp 133.178.100.000 miliar saat ini. Serta, bansos sembako berupa beras mencapai total 1.194.558 kg. Dwy/adv