Toko HP Dibobol Maling, Puluhan Ponsel Raib

Toko ponsel Majuhardware dipasang police line usai dibobol kawanan maling.

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Aksi pembobolan toko kembali terjadi di Madiun. Toko ponsel Majuhardware yang berlokasi di jalan Anggrek kecamatan Mejayan kabupaten Madiun jadi sasaran pembobolan kawanan maling.

Dalam aksi yang diduga terjadi pada Selasa (22/6) dini hari itu, kawanan maling berhasil menggasak puluhan ponsel yang dijual di toko.

Kapolsek mejayan kompol sigit siswadi mengatakan, pencurian di toko ponsel tersebut pertama kali diketahui karyawan toko pada Selasa (22/6) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Karyawan toko kaget melihat pintu toko tempatnya bekerja dalam kondisi terbuka.

"Pertama kali diketahui karyawan saat masuk kerja, sekitar pukul 09.00 WIB. Pintu depan sudah terbuka, gemboknya dirusak," kata Sigit, saat dikonfirmasi, Selasa (22/6/2021) siang.

Sigit menuturkan, berdasarkan hasil rekaman CCTV di toko, diperkirakan komplotan pencuri berjumlah sekitar tiga atau empat orang.

 Sedangkan waktu kejadian diperkirakan sekitar pukul 01.00-02.00 WIB.

"Pelaku lebih dari satu, dari hasil rekaman CCTV di dalam toko, kalau nggak tiga orang, empat orang. Perkiraan waktu kejadian, sekitar pukul satu atau dua dini hari," ucapnya.

Para komplotan pencuri masuk melalui pintu depan toko dengan merusak pintu. Berdasarkan rekaman CCTV, para pelaku mengenakan masker dan jaket.

Setelah masuk di dalam toko, pencuri mengambil puluhan ponsel dan dimasukan ke dalam karung.

"Kami belum tahu jumlah pastinya, namun berdasarkan keterangan saksi, ada sekitar 20 ponsel yang dibawa pencuri. Untuk jumlah pasti dan apa saja barang yang diambil, kami masih meminta keterangan dari karyawan toko," jelasnya.

Sigit menambahkan, dari hasil rekaman CCTV di luar toko, diduga para pencuri menggunakan 
kendaraan low MPV. Kendaraan roda empat tersebut diparkir di depan toko.

”Dari CCTV di luar, ada mobil yang kami curigai digunakan pencuri, pas di depan Jalan Anggrek, depan toko. Seperti mobil Avanza atau Xenia,” pungkasnya.

Saat ini pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi, serta memeriksa rekaman CCTV toko.