Toko Komputer Dibobol Kawanan Maling, Kerugian Capai Rp 300 Juta

Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi kejadian. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Toko Komputer Indojaya mendadak didatangi sejumlah warga pada Kamis (17/6) pagi sekitar pukul 07.00 WIB. Bukannya untuk membeli, para warga tersebut penasaran terkait kasus pembobolan yang terjadi di toko yang berlokasi di Jl Semeru kecamatan Kepanjenkidul kota Blitar itu.

Aksi pembobolan tersebut dilaporkan ke polisi oleh Ririn Indriyani selaku pemilik toko. Petugas reskrim Polres Blitar Kota yang mendapat laporan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

"Kita segera melakukan olah TKP secepatnya, setelah menerima laporan pemilik toko, guna antisipasi TKP jangan sampai rusak karena banyaknya warga yang datang melihat," kata AKP Momon Kasat Reskrim Polres Blitar Kota se ijin Kapolres AKBP Dr Yudhi Hery Setyawan S.IK M.SI di TKP. 

AKP Momon dan Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Agus Fauzo memimpin jalanya olah TKP oleh Tim Inafis, dengan teliti dan cermat lakukan olah TKP, karena diduga pelaku pencurian lebih dari dua orang. 

Dari hasil olah TKP sementara, diduga pelaku pencurian masuk ke dalam toko melalui pintu masuk yang sebelumnya dirusak dengan gergaji. Tak hanya melakukan olah TKP, petugas juga mengecek kamera CCTV yang dipasang di toko.

Sementara, pemilik toko Ririn Indriyani mengatakan pada wartawan, kejadianya dimungkinkan pada Kamis (17/6) dini hari, juga Ririn mengakui pintu toko jenis Harmonika seperti digergaji, sementara saat kejadian penjaga toko Frangki 31 saat itu tidur di ruang lantai dua (atas).

"Saya mengerti setelah diberi tau Frangky  karyawan saya, langsung saya ke toko, dan melihat toko sudah berantakan dan pintu depan rusak," tutur Ririn.

Atas peristiwa raibnya barang dagangannya berupa 38 laptop dan 8 ponsel, dirinya mengaku alami kerugian sekitar Rp 300 juta 

Ririn menambahkan dalam rekaman CCTV yang berada di dalam Toko, terekam jelas pelaku ada sekitar 5 orang dengan jelas mengambil barang barang baik di etalase atau di ruang dalam, untuk CCTV yang dipasang di luar toko (ruang depan) tidak terekam karena ada kendala pada CCTV.

"Dari rekaman CCTV yang ada dalam toko, pelakunya  ada sekitar 5 orang lagi  beraksi mengumpulkan barang barang dan masuk ke ruang dalam tergambar  4 orang, yang satu kelihatan menjaga di luar toko,” tambah Ririn pada wartawan.

Sementara Kasat Reskrim AKP Momon menerangkan pihaknya masih lakukan pemeriksaan rekaman CCTV yang ada selain olah TKP, dan segera memeriksa saksi saksi. 

"Selain melakukan pemeriksaan hasil rekaman CCTV, juga kita menyisir pada kaca kaca etalase dan beberapa barang yang dimungkinkan muncul sidik jarinya, sehingga memudahkan pengungkapan kejadian ini selain memeriksa saksi saksi,  mohon sabar yaa teman teman sekalian," ujar AKP Momon mendampingi Kapolsek Kepanjenkidul Kompol Agus Fauzi. Les