Tolak Tol Tengah, Hasto Melawan Presiden Jokowi

Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto

 

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pernyataan aneh jelang pilwali kota Surbaya yang dilontarkan Sekjen PDI-P Hasto kian menjadi bola hangat. Sejumlah politisi di Surabaya maupun level Jawa Timur membahas serius ucapan Hasto yang menyebut ada pengusaha hitam dan menolak tol tengah yang akan dibangun dalam waktu dekat ini.

Seorang sumber politisi dan pejabat di pemprov Jatim menyebut Hasto sedang membawa kepentingan lain di pilkada Surabaya. Saking pentingnya sampai nekat menabrak semua, termasuk Jalan Tol Aloha-Waru-Wonokromo - Tanjung Perak yang terkenal dengan sebutan Tol Tengah Kota. “Padahal tol yang membentang dari Kota Sidoarjo hingga Pelabuhan Tanjung Perak di Kota Surabaya itu adalah proyek Strategis yang digagas Presiden Jokowi, kok ditolak kan aneh,” kata sumber yang tak mau disebut namanya ini kepada Surabaya Pagi, Selasa (1/9/2020) kemarin.

Penjelasan itu ternyata ada benarnya. Proyek pembangunan Jalan Tol Aloha-Waru-Wonokromo-Tanjung Perak terncantum di Peraturan Presiden (Perpres) No 80/2019 tentang proyek strategis Nasional. Seriusnya lagi, perpres itu diteken langsung oleh Presiden Jokowi. Proyek yang biasa disebut Tol Tengah Kota itu terlihat di lampiran Daftar Proyek nomer urut 7 (tujuh) dengan perkiraan biaya sebesar Rp 6,4 Triliun.

Proyek ini rencananya oleh pemerintah pusat akan dikerjakan dengan sistem KPBU (Kerjasama Pemerintah - Badan Usaha). “Jadi aneh saja, Hasto kan PDI-P , partai penguasa, kok menyerang proyek yang digagas Presiden Jokowi. Ada apa,” ujar sumber ini lagi.

Selain itu, soal tuduhan pengusaha hitam yang mau mengubah kota Surabaya juga tidak bisa dipertanggung jawabkan. “Coba lihat saja di Surabaya Barat dan Surabaya Timur, itu siapa yang selama ini mengeluarkan ijin yang mengubah bahkan menggusur tanah rakyat dan kini hampir semuanya dikuasai pengembang,” ungkap sumber itu, gemas.

Sebelumnya, Hasto, Sekjen PDIP pada hari Minggu (30/8/2020) lalu sempat menyebut kota Surabaya harus bersih dari program-program pembangunan pesanan dari pengusaha hitam, salah satunya tol tengah kota.

“Kami tak ingin, melalui Pilkada ini mengubah kota Surabaya yang sudah bagus. Terutama tiba-tiba dibangun jalan tol tengah kota, taman-taman digusur,” jelas Hasto dalam pidatonya.

Bahkan, tak hanya Hasto. Sekjen PDIP saat masih dipegang Tjahjo Kumolo juga menyebut pembangunan tol tengah kota yang ditolak Risma. Tjahjo mengaku Risma menyebut oknum yang memaksakan proyek tol tengah itu. Namun, Tjahjo tak mau mengungkap identitas itu. “Hanya saja, apa iya Pemkot Surabaya punya PP soal tol tengah. Bu Risma sampaikan, dia sebutkan ada yang memaksa agar proyek itu diloloskan, dari luar partai bukan dari PDI-P," ujar Tjahjo, saat masih menjadi Sekjen PDIP, tahun 2014 lalu. rko