Tragis, Bocah 3 Tahun Tewas Dianiaya Ayah Kandung karena Mengompol

Pelaku penganiayaan diamankan polisi.

SURABAYAPAGI.COM, Padang Panjang - Miris menimpa CA, seorang bocah 3 tahun asal Padang Panjang, Sumatera Barat. Bocah malang itu tewas setelah dianiaya ayah kandung hanya karena masalah sepele.

Pelaku yang diketahui bernama Irwan Sugianto tega menganiaya anak kandungnya hanya karena terganggu dengan tangisan korban yang mengompol.

Tetangga pelaku, Irah mengatakan, kejadian itu berawal saat pelaku tidur siang di rumah kontrakannya. Saat itu CA anak bungsunya menangis karena buang air kecil di celana.

Tangisan sang bocah malang ini membuat pelaku terganggu. Pelaku lalu langsung menghajar anak perempuannya ini dengan tangan kosong berkali-kali hingga korban terpental.

"Tangisan korban tidak membuat pelaku berhenti melakukan penganiayaan terhadap bocah tak berdosa ini. Penganiayaan baru berhenti setelah korban pingsan karena terhempas di tembok. Mengetahui tangis anaknya berhenti pelaku langsung menggendong anaknya dan menyerahkan ke kakak iparnya. Pelaku (lalu-red) keluar rumah seperti tidak ada kejadian," kata dia, Minggu (25/7/2021).

Warga yang mengetahui kondisi bocah semakin parah yang disertai muntah-muntah langsung melarikan korban ke RS Yarsi Padang Panjang Sumatera Barat untuk menjalani perawatan.

"Namun, tidak berlangsung lama bocah malang ini akhir mengembuskan nafas terakhirnya," ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto mengatakan, pelaku diamankan polisi setelah mendapat laporan. Polisi mendapat laporan dari warga setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

"Dari hasil pemeriksaan korban ditemukan luka memar pada kedua mata, dagu, dan punggung akibat pukulan," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Ferlyanto.

Korban yang sudah dinyatakan meninggal langsung dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di daerah Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, untuk dimakamkan.

"Kini pelaku yan juga residivis kasus pencurian ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Padang Panjang Sumatera Barat untuk mengungkap lebih dalam motif dari kasus ini," tuturnya.