Tukang Atur Lalu Lintas Ditemukan Tewas di Teras Masjid Kantor Kemenag Kota Blitar

Petugas saat melakukan olah TKP. SP/Hadi Lestariono

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Seorang kakek berusia 61 tahun ditemukan meninggal dunia di teras masjid Kantor Kemenag Kab Blitar di jalan Ahmad Yani Kec Kepanjenkidul Kota Blitar.

Kejadian yang terjadi pada Kamis (10/2) pukul 12.00 itu sempat mengejutkan warga sekitar termasuk satpam Kantor Kemenag setempat. Ternyata korban yang membujur kaku di teras masjid diketahui bernama Tjipto Suroso (61) warga Dusun /Desa Papungan RT 002 RW 005 Kec Kanigoro Kab Blitar, yang sehari hari menjadi tukang atur lalu lintas di pertigaan Jl A. Yani dekat lintasan rel kereta api.

Menurut Kasi Humas Polres Kota Iptu Achmad Rochan SH pada wartawan Kamis (10/2) siang, ditemukannya korban awal pertama kali oleh Khamim (44) satpam Kantor Kemenag dan Joni (53) ASN Kemenag, saat keduanya akan Sholat Dzuhur.

"Merasa curiga, kedua saksi melihat korban (Tjipto Soroso) tidak bergerak, didekati dan curiga keberadaan korban, langsung menghubungi Polsek Sananwetan melaporkan kejadian itu," kata Iptu Rochan seizin Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono SH.S.IK.M.SI.

Setelah petugas dari Inafis dan Identifikasi Satreskrim Polres Blitar Kota melakukan pemeriksaan kondisi tubuh kakek kelahiran Jombang ini dengan disaksikan Bhabinkamtibmas Polsek Sananwetan, bersama  BPBD Kota Blitar, Babinsa Koramil Sananwetan, dari pemeriksaan awal Polisi menemukan pakaian yang dipakai korban, 1 (satu) buah topi warna biru 1 (satu) buah tas selempang warna coklat yang berisi  KTP Korban, kartu vaksin milik korban dan fotocopy Kartu Keluarga milik korban, serta  uang tunai sejumlah  Rp 15. 000,- (lima belas ribu rupiah) dan tidak ada tanda tanda adanya perbuatan kriminal.

"Jadi Tjipto Suroso sehari harinya sebagai tukang atur Lalin di pertigaan jalan Ahmad Yani Kota Blitar, dari pukul 08.00, dalam pemeriksaan di TKP petugas menemukan berupa tas dan di temukan  2 sachet obat tolak angin 1 buah, peluit warna kuning, 1 (satu) buah kopiah warna merah muda dan 1 buah tas kantong warna merah muda. Kita sudah menghubungi pihak keluarganya sesuai dengan KTP korban," tambah Iptu Rochan.

Masih menurut Iptu Rochan, sekitar pukul 09.00 (Kamis 10 Februari)  saat saksi  Joni akan melaksanakan sholat Dhuha mendapati korban sedang tidur tiduran di teras masjid Al Huda sebelah utara, setelah selesai melaksanakan sholat dhuha saksi Sdr. Joni melihat korban juga masih dalam keadaan terlentang tidur tiduran namun dengan kondisi korban membolak balik posisi (oyeng).

Dan sekira pukul 12.00 saksi  akan kembali melaksanakan sholat Dhuhur bersama saksi Kamim termasuk beberapa pegawai Kemenag lainya melihat korban dalam keadaan tergeletak di teras masjid dengan posisi kepala di timur dan tidak bergerak. 

"Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi Kamim (Satpam) ternyata korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya melapor ke Polsek Sananwetan," Iptu Rochan menambahkan.

Ketika petugas olah TKP banyak warga yang menyaksikan sehingga petugas menghalau warga masyarakat guna sterilisasi di sekitar meninggalnya korban dengan cara penyemprotan cairan desinfektan, juga menghimbau  warga sekitar TKP tidak berkerumun dan melihat jenazah korban dari dekat.

"Selanjutnya korban dirujuk ke RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar, dan melakukan pemberitahuan pihak keluarganya, betul kita lakukan penyemprotan disinfektan sekitar TKP, guna mencegah pandemi covid-19, kita berjaga jaga demi kesehatan bersama," pungkas Iptu Rochan. Les