Ubaya Siap Jadi Kontributor Inovasi Bisnis Startup Jatim

Secara daring, Universitas Surabaya (Ubaya) gelar kuliah tamu yang bertajuk Ubaya Figure's Inspiration Series: Potensi Jatim Peluang Inovasi Di Masa Depan, Minggu (08/11/2020). SP/ Kasyfi Fahmi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Secara daring, Universitas Surabaya (Ubaya) gelar kuliah tamu yang bertajuk Ubaya Figure's Inspiration Series: Potensi Jatim Peluang Inovasi Di Masa Depan. Ubaya siap jadi kontributor inovasi bisnis startup Jawa Timur. Minggu (8/11/2020). 

Kuliah tamu mata kuliah Kewirausahaan dan Inovasi oleh Ubaya InnovAction Hub (UIH) ini menghadirkan Wagub Jatim, Dr. H. Emil Elestiano Dardak, B.Bus, M.Sc., sebagai pembicara.

Ir. Benny Lianto, MMBAT., selaku Rektor dari Ubaya menyampaikan tujuan acara dalam sambutannya, bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan wawasan serta inspirasi pada mahasiswa mengenai bisnis startup. Ir. Benny Lianto, MMBAT., berharap dengan adanya penyampaian materi dari Wagub Jatim bisa menjadi salah satu pembuka perspektif mahasiswa yang akan berkontribusi pada  perkembangan inovasi Jawa Timur di masa depan. 

Kuliah tamu yang dimoderatori oleh Prof. Drs.ec. Sujoko Efferin M.Com(Hons)., M.A., Ph.D., selaku Direktur Ubaya InnovAction Hub (UIH) ini diikuti oleh civiyas akademika. Sebanyak 450 civitas akademika Ubaya sangat antusias dalam acara ini.

“Semoga dengan adanya inspirasi dari Pak Emil, mahasiswa bisa menangkap banyak peluang dan gagasan baru di Jawa Timur,” ungkap Ir. Benny Lianto, MMBAT.

Wagub Jatim memaparkan, bahwa Jawa Timur memiliki potensi dan kontribusi yang besar bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Namun, saat ini masih banyak masyarakat yang belum melek literasi digital.

H. Emil Elestiano Dardak, B.Bus, M.Sc., memberi dorongan motivasi kepada mahasiswa sekaligus perguruan tinggi untuk menjadi agen perubahan. Menurutnya, mahasiswa dan perguruan tinggi memiliki peran penting membantu dalam pemerataan literasi digital di kalangan masyarakat.

“Perlu ada cara supaya masyarakat semakin melek digital. Literasi digital perlu digalakkan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi,” jelas H. Emil Elestiano Dardak, B.Bus, M.Sc.

Selain itu, Wagub Jatim itu juga menjelaskan bahwa, Bank Dunia memprediksi jika ekonomi Indonesia akan menduduki peringkat terbesar kelima dalam kurun waktu beberapa tahun. Menurutnya, hal ini akan sulit terjadi jika tidak ada perubahan paradigma. 

Emil mengungkapkan, di era Industri 4.0 manusia harus terus berkembang dan memiliki nilai lain yang bisa ditawarkan agar tidak tergantikan dengan mesin. Seharusnya mahasiswa dapat melihat hal ini sebagai tantangan sekaligus peluang untuk menyusun strategi serta membangun bisnis baru yang berdampak bagi diri sendiri maupun masyarakat.

Emil mendorong mahasiswa untuk berani mendirikan startup. Dirinya mengatakan, jika saat ini sudah ada East Java Super Corridor (EJSC) yang akan membantu perijinan startup muda di Jawa Timur yang ingin membangun usahanya. “Bahkan ada online single submission. Lewat EJSC penerapan ekonomi kreatif di Jawa Timur dapat berkembang pesat,” jelasnya.

Dengan adanya kemudahan dalam membuat perizinan dari 15 menit hingga paling lambat 17 hari., mahasiswa harus lebih bersemangat untuk membuat startup. " Ini Program khusus milenial, silakan datangi kantor pelayanan perizinan terpadu Jawa Timur. Semua akan difasilitasi. Jangan sampai punya pemikiran bahwa buka bisnis itu sulit ijinnya. Jangan ya,” ucap Emil.

Selain itu, Emil menambahkan, jika mahasiswa tidak ingin membuat usaha, mereka dapat memanfaatkan Millennial Job Center (MJC) untuk menjual keahliannya. Pandemi Covid-19 ini mengubah pasar yang awalnya tradisional menjadi digital sehingga ada kebutuhan baru yang semakin dikembangkan untuk mempermudah proses penjualan digital. Foto maupun video produk sebagai salah satu contohnya.

“Ini yang menimbulkan urgensi. Sebab tidak semua UMKM bisa memproses foto produk ataupun video produk. Karena itulah MJC berperan sebagai talent matchmaking yang mencocokan milenial kepada workplace dengan adanya bantuan mentor. Saat ini MJC telah memiliki 2686 talent yang terdaftar, dan target awal tahun depan ada 1000 proyek UMKM yang telah dibantu talent. Kita akan launching website di awal Desember,” sambungnya.

Di akhir acara, Emil berharap, Ubaya dapat memaksimalkan proses inkubasi bisnis yang ada di kampus untuk mahasiswa. “Kita harus bisa mendampingi mahasiswa agar mencoba untuk berbisnis khususnya bagi mereka yang sudah memiliki bisnis namun belum terekspos agar diberi pengalaman supaya bisa survive. Intinya kita ingin mahasiswa belajar dengan mengembangkan ide bisnis, nggak harus all out. Jika bisnis jatuh atau gagal tidak apa-apa itu proses belajar,” ujar Emil.

Proses inovasi dalam sebuah bisnis harus dibuat berjenjang supaya memungkinkan untuk memahami ide lebih lanjut. Ubaya sebagai inkubator bertujuan untuk menguji ide mahasiswa secara bertahap. Hal ini disambut baik oleh Rektor Ubaya. “Kami siap,” tutup Rektor Ubaya. mb